Jakarta-CS, 3/3/17 (BENDERRA/SOLUSSI):Berbagai kalangan mengapresiasi kehebatan Presiden Joko Widodo dalam menerapkan diplomasinya di dunia internasional. Semua tokoh penting di kawasan-kawasan strategis (Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Timur, Amerika Utara, Eropa Barat, Eropa Timur hingga Amerika Latin) berhasil merespons positif eksitensi RI saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.
Demikian antara lain pernilaian yang muncul dalam diskusi terbatas Institut Studi Nusantara (ISN), Jumat (3/3/17), di Jakarta terkait kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi, seorang tokoh terutama di kawasan Timur Tengah.
Kepiawaian Presiden Jokowi, menurut ISN, yang mampu menjaga keseimbangan dengan membangun kemitraan strategis bersama mitra-mitra utama di dunia, merupakan gebrakan hebat, tanpa harus meninggalkan politik luar negeri bebas aktif, sebagaimana dicanangkan sejak era Bung Karno.
Tegasnya, demikian simpulan ISN, kunjungan Raja Salman memberi bukti diplomasi luar negeri Presiden Jokowi, efektif.
Sementara itu, Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait menyambut baik kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia selama 1-9 Maret 2017. Tidak hanya melakukan kunjungan bilateral antara dua negara, kedatangan Raja Salman juga sekaligus berlibur di Pulau Dewata Bali.
“Kita tentu mengapresiasi kedatangan Raja Salman ini. Ini membuktikan bahwa Indonesia aman dan damai,” kata Maruarar di Jakarta, Jumat (3/3/17).
Kedatangan Raja Salman, kata Maruarar, tak lepas dari kesuksesan diplomasi luar negeri Presiden Joko Widodo. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Jokowi ke Arab Saudi pada 2015 lalu.
“Kunjungan ini merupakan kunjungan bersejarah setelah 47 tahun lalu Raja Arab Saudi datang ke Indonesia. Saya kira kunjungan ini akan berdampak baik bagi ekonomi dan parwisata kita,” kata anggota Komisi XI DPR RI itu .
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman berkesempatan mengunjungi DPR dan memberikan pidato singkat selama 2 menit. Raja Salman menyinggung soal tantangan yang dihadapi khususnya oleh umat Islam dan dunia secara umum, seperti fenomena terorisme, benturan peradaban (the clash of civilization), dan adanya intervensi ke dalam urusan negara.
Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengatakan, tantangan-tantangan seperti yang disampikan oleh Raja Salman mengharuskan bangsa Indonesia menyatukan barisan. Selain itu melakukan kerja sama dalam berbagai upaya untuk memberikan manfaat bagi bangsa erta keamanan dan perdamaian dunia.
Sekretaris Fraksi PKS ini menekankan bahwa Indonesia perlu menjadikan kedatangan Raja Salman sebagai momentum agar efeknya menggelombang menjadi kebangkitan bangsa-bangsa Asia dan negeri-negeri Muslim. Indonesia perlu mendorong agar agenda-agenda besar seperti kebudayaan, riset dan pengembangan sains, teknologi dan industri, mendapatkan prioritas di samping soal-soal keagamaan dan keamanan.
“Kedatangan Raja Salman juga menjadi legitimasi bagi pemimpin-pemimpin Timur Tengah lainnya untuk datang ke Indonesia. Kita harapkan Indonesia bisa memainkan peran yang lebih besar, lebih dihormati dan lebih diterima untuk mendorong kawasan Timur Tengah agar lebih damai dan stabil,” demikain Sukamta, sebagaimana diberitakan ‘Suara Pembaruan’, dan diolah Tim ‘BENDERRAnews’ serta ‘SOLUSSInews’ untuk ‘Cahayasiang.com’. (Tim)



