13.1 C
New York
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img

Mochtar Riady: Maksimalkan peluang entaskan kemiskinan, gunakan sistem perniagaan elektronik seperti di Tiongkok

Jakarta-CS, 3/4/17 (BRNDERRA/SOLUSSI): Sesungguhnya, Indonesia bisa meniru Tiongkok memaksimalkan peluang guna mengentaskan kemiskinan di Tanah Air. Yakni, melalui penggunaan sistem perniagaan elektronik (e-commerce), yang diharapkan bisa memicu pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau dulu susah dipikirkan cara-cara apa yang dapat mengatasi masalah kemiskinan, tapi oleh karena ada perkembangan teknologi, bisa membuat si penjual dan pembeli bertemu. Seperti kita ketahui untuk saat ini negara dengan transaksi e-commerce terbesar adalah Tiongkok,” kata Pendiri Lippo Group, Mochtar dalam Forum Manajemen Perubahan indonesia (ICMF) di Menara Merdeka, Jakarta, Senin (3/4/17).

Ia menambahkan, salah satu faktor penting dalam menekan kemiskinan, yaitu perbaikan sistem guna menekan kesenjangan perdagangan.

Mochtar memberikan contoh masyarakat desa yang membeli barang lebih mahal, karena harus melalui penengah. Sementara ketika menjual, harga jual komoditas yang dihasilkan masyarakat desa menjadi lebih murah karena harus melalui penengah sampai ke kota.

Sosok berjuluk ‘si manusia ide’ lalu menjelaskan, untuk membuat e-commerce membutuhkan empat syarat.

Pertama, sistem telekomunikasi harus memadai. Kedua, sistem pembayaran yang berjalan baik. Ketiga, ada penengah sebagai penjamin pembeli dan penjual. Keempat, harus ada logistik.

“Si penjual mengatakan kamu harus bayar dulu baru saya kirim barang. Tapi si pembeli inginnya dikirim barang dulu, saya periksa baru saya bayar. Dan inilah keberhasilan e-commerce, karena ada penengah sebagai penjamin,” ujarnya.

Dia memaparkan, keberhasilan pendiri Alibaba, situs e-commerce terbesar di dunia, Jack Ma dalam menginisiasi perusahaan perdagangan digital.

Dijelaskan, Jack Ma berhasil membuat Alibaba sebagai pusat perbelanjaan digital yang memicu perkembangan ekonomi di Tiongkok menjadi sangat cepat. Selain itu, juga menjadi penjamin antara pembeli dan penjual.

Disebutnya, industri ekonomi digital di Indonesia masih berpeluang besar untuk berkembang. Diperlukan penyesuaian diri terhadap situasi baru yang berkembang terkait ekonomi digital. Demikian seperti dilansir ‘Investor Daily’, sebagaimana diolah Tim ‘BENDERRAnews’ dan ‘SOLUSSInews’ untuk ‘Cahayasiang.com’. (Tim)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles