BENDERRAnews, 6/7/17 (Hanoi): Kemacetan luar biasa di ibukota Vietnam, Hanoi, banyak diakibatkan oleh padatnya kendaraan sepeda motor.
Karena itu, kalangan pejabat di dewan kota Hanoi, mengumumkan kebijakan untuk melarang semua jenis sepeda motor pada tahun 2030, atau sekitar 12 tahun lagi.
Disebutkan, langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas dan menurunkan angka polusi udara.
Keputusan untuk melarang sepeda motor pada tahun 2030 disetujui oleh 95 dari 96 anggota Dewan Kota Hanoi dalam sebuah pertemuan yang berlangsung Rabu (5/7/17) kemarin.
“Pertumbuhan jumlah kendaraan roda dua berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Kemacetan lalu lintas dan polusi udara akan menjadi masalah serius di masa depan jika tidak ada tindakan segera,” menurut sebuah laporan di situs pemerintah kota Hanoi.
Keputusan tersebut langsung mendapat reaksi dari kalangan pendukung dan penentang. Maklum saja, kendaraan roda dua merupakan alat transportasi utama masyarakat di ibu kota Vietnam.
Dengan populasi 7 juta penduduk, tercatat lima juta sepeda motor yang lalu lalang di kota Hanoi. Angka tersebut berbanding jauh dengan 500.000 kendaraan roda empat.
Sepeda motor dinilai sebagai penyebab utama ruwetnya kemacetan lalu lintas, sekaligus penyumbang utama emisi yang menyebabkan buruknya kualitas udara di kota Hanoi. Demikian ‘BeritaSatu.com’. (B-BS/jr)



