BENDERRAnews, 26/7/17 (Jakarta): Secara marathon, Presiden Joko Widodo hari ini menggelar dua rapat Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta.
Rapat pertama yang akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB, akan membahas tentang Pemantapan Program Bela Negara.
Sedangkan, rapat berikutnya, pada pukul 15.00 WIB secara khusus akan membicarakan tentang Kebijakan Pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).
Mental bela negara
Pada berbagai kesempatan, Presiden Jokowi meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk terus menumbuhkan mental bela negara serta persatuan dan kesatuan di berbagai lapisan masyarakat.
Program bela negara bertujuan untuk mendorong masyarakat memahami dan mengenal Pancasila sebagai ideologi negara.
Pemahaman itu diperlukan untuk menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks, baik dalam kehidupan nyata maupun digital. Tantangan lainnya ialah penyebaran terorisme dan perongrong ideologi Pancasila.
Disegani bangsa lain
Presiden Jokowi mengatakan, TNI sebagai hak milik nasional selalu utuh dan tidak berubah dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat Pancasila, dan menguatkan persatuan dalam kebinekaan.
Sementara itu, terkait kebijakan pengadaan Alutsista, saat ini pemerintah terus memodernisasi sistem pertahanan nasional, seperti tertuang dalam tahapan minimum essential force agar dapat membentuk postur pertahanan Indonesia yang kuat dan disegani bangsa lain.



