12.2 C
New York
Friday, April 10, 2026

Buy now

spot_img

Berkibar !!! Tim Kempo NTT harumkan Indonesia di Amerika

BENDERRAnews, 1/8/17 (Kupang): Para atlet kempo Nusa Tenggara Timur yang mewakili Indonesia tampil gemilang dan mampu mengibarkan bendera Merah Putih sekaligus mengharumkan nama bangsa, ketika tampil di arena “Shorinji Kempo World Taikai 2017” di Stadion San Mateo, California, Amerika Serikat.

Dilaporkan, mereka berhasil menyabet tiga medali emas dalam kejuaraan di  Amerika Serikat (AS), yang diikuti 16 negara, di antaranya Indonesia, Kanada, Amerika Serikat, Rusia, Spanyol, Finlandia, Jerman, Swedia, Portugal, Vietnam, Italia dan Jepang.

“Indonesia diwakili atlet Kempo dari NTT berhasil mendapatkan tiga medali emas, satu perak dan dua medali perunggu sekaligus menjadi juara dunia kempo kedua setelah Jepang,” kata Ketua Tim Kempo Indonesia, Esthon L Foenay saat dihubungi dari Kupang, Senin (31/7/17) kemarin.

Disebutnya, prestasi tersebut sangat membanggakan, karena selain membawa nama NTT, juga membawa nama Indonesia di dunia Internasional. Esthon mengaku puas dengan prestasi yang dicapai para atlet yang telah berlatih keras, sehingga meraih prestasi kejuaraan dunia kempo.

“Ini berkat kerja keras anak-anak kita, serta dukungan serta doa masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTT, yang berlaga di Amerika Serikat,” katanya lagi seperti dilansir ‘Antara’.

Dikatakan, lawan-lawan yang dihadapi atlet Indonesia sangat berat, namun berkat kerja keras dan pantang menyerah, para atlet meraih hasil yang bagus.

Medali emas pertama diraih Frangky Valentino Gewe dan Rama Valentino Ngete yang bermain di nomor embu pasangan putra 1 DAN. Emas kedua diraih embu pasangan putra kyu kenshi Ran Dhaka Putra dan Arif Purwanto. Sedangkan emas ketiga diraih Romana Bala dan Dewinda Verina Phinis yang bermain di nomor embu pasangan putri kyukensi.

Medali perak diraih Kiven Heo yang bermain di nomor embu tunggal putra, sedangkan perunggu masing-masing diraih dari nomor embu beregu kyudansa dan nomor embu solo putri kyukensi.

Biaya sendiri

Pada kejuaraan itu, Indonesia mengirim dua tim, yakni Indonesia Satu dan Indonesia Dua. NTT menjadi kontingen sendiri dengan nama Indonesia Satu, sedangkan atlet dari provinsi lain tergabung dalam Indonesia Dua.

Selain mendapat kehormatan membentuk satu tim sendiri di kejuaraan dunia tersebut, Esthon yang juga menjabat ketua umum Pengurus Provinsi Persaudaraan Kempo Indonesia Martial Art (Pengprov Perkemi) NTT, mendapat kehormatan dari PB Perkemi untuk memimpin kontingen Indonesia sebagai presiden kontingen Indonesia.

Ketua Harian KONI NTT, Andre Koreh mengatakan, kontingen yang berangkat ke Amerika Serikat berjumlah 30 orang, terdiri dari 16 atlet, yakni sembilan orang putra dan tujuh orang putri, empat pelatih, enam peninjau, serta empat anggota lainnya. Mereka berangkat dengan biaya sendiri. (B-AN/BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles