-3.2 C
New York
Tuesday, February 24, 2026

Buy now

spot_img

Bersatu !!! Wiranto: Kekuatan perubahan bangsa ada di kampus

BENDERRAnews, 7/9/17 (Jakarta): Semua kita harus bersatu. Karena eselamatan negara merupakan cita-cita bersama. Semua pihak memiliki tanggungjawab menjaga persatuan bangsa termasuk mahasiswa. Karenanya,  perlu mahasiswa perlu memiliki kewajiban membela negara.

Demikian Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam)  Jenderal Purn Wiranto mengatakan.

Ia juga mengatakan, mahasiswa dan bela negara tidak dapat dipisahkan. Pasalnya, bela negara merupakan hal yang sangat penting dan memiliki hubungan erat dengan mahasiswa dan kampus yang merupakan pusat kecerdasan bangsa.

Power of change ada di kampus. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia juga datang dari kampus. Mahasiswa tampil anggun melakukan perubahan. Ini juga terjadi hingga 1998. Mahasiswa memiliki peran sangat penting,” kata ketua umum partai Hanura itu pada kuliah umum bertemakan Bela Negara untuk Mahasiswa Indonesia, di Universitas Tarumanegara (Untar), Jakarta, Rabu (7/9/17).

Wiranto juga mengimbau mahasiswa untuk membela negara dengan cara yang positif. Salah satunya bagimana membuat negara Indonesia bisa bersaing pada era globalisasi. Untuk itu, mahasiswa diminta untuk memiliki  kesadaran pentingnya bela negara agar tetap bersatu dan utuh.

Menurutnya, pentingnya bela negara ini agar dapat membangun kestabilan bangsa. Pasalnya ancaman terhadap keutuhan bangsa telah berubah sejak era globalisasi. Saat ini, ancaman untuk Indonesia bahkan menjadi ancaman dunia diantaranya adalah intoleransi, legal logging, perdagangan manusia hingga kejahatan siber.

“Kemajuan teknologi ini mengubah perilaku manusia dan sangat berbahaya ketika diguna sama orang yang tidak bertanggungjawab. Misalnya para terorisme. Mereka mengunakan untuk kejahatan. Maka, bela negara sangat penting dimiliki oleh semua lapisan masyarakat,” ucapnya.

Wiranto juga mengatakan, pemerintah saat ini sedang menyusun konsep bela negara untuk setiap lapisan masyarakat agar pesannya tersampaikan.

“Modul tiap tingkatan berbeda ya. Bela negara untuk anak SD tentu berbeda dengan SMP. Modul disusun agar muncul rasa
memiliki sehingga dengan sendirinya menjadikan bela negara kewajiban,” ucapnya.

Tanamkan nasionalisme

Sementara itu, Rektor Untar, Agustinus Purna Irawan mengatakan,  nasionalisme penting ditanamkan di mahasiswa. Disebutnya, saat ini telah ada perubahan dikalangan generasi muda khususnya mahasiswa dalam memandang nasionalisme sehingga perlu dihidupkan kembali nilai-nilai ke-Indonesiaan.

“Mahasiswa harus ditanamkan nilai nasionalisme karena masa depan bangsa ada ditangan generasi muda. Melalui bela negara ini mereka diharapkan dapat menjaga integritas, profesionalisme, dan membangun jiwa enterpteneur supaya dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” katanya.

Untuk itu, ia mengatakan, kuliah umum ini penting bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa seperti hoax yang menjurus pada fitnah dan menimbulkan perpecahan. Selain itu, kuliah umum dapat membuka wawasan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa serta memiliki tekad bela negara dan memperkuat Tanah Air. (B-BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles