-1 C
New York
Wednesday, February 25, 2026

Buy now

spot_img

Kiprah !!! Lippo pekerjakan 125.000 karyawan dan layani 65 Juta rakyat Indonesia di 600 titik wilayah Nusantara

BENDERRAnews, 16/1/18 (Lippo Village, Karawaci): Bertumbuh dan berkiprah di tengah-tengah bangsa tercinta Indonesia, menjadikan Lippo Group salah satu korporasi papan atas nasional yang sangat peduli bangsanya.

Terbukti, kini Lippo Group mempekerjakan 125.000 karyawan secara langsung, dan melayani 65 juta pelanggan di 600 wilayah Indonesia, termasuk dari Papua hingga Aceh.

Lippo Group yang memfokuskan diri pada bisnis jasa, kelompok usaha ini sudah beroperasi di Indonesia selama 67 tahun dan berkomitmen penuh untuk terus melayani bangsa serta memberikan kontribusi konkret kepada Negara.

“Agar bisa terus berkontribusi kepada bangsa, kita harus mengikuti kemajuan teknologi dan menjadi yang terdepan,” kata Founder dan Chairman Lippo Group, Mochtar Riady pada acara “New Year Executive Gathering Lippo Group” di ‘Mochtar Riady Institute for Nano Technology’ (MRIN), kawasan Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Banten, Senin (15/1/18) kemarin.

Gelaran spesial di awal tahun ini antara lain dihadiri Deputy Chairman dan Senior Advisor Lippo Group, Ginandjar Kartasasmita, CEO Lippo Group, James T Riady, Presiden Lippo Group, Theo L Sambuaga, dan para eksekutif Lippo Group dari puluhan divisi utama.

Kecil acap kalahkan besar

Dalam uraian awal tahunnya yang sering nyerempet-nyerempet berisi pandangan visioner itu, Mochtar Riady mengingatkan, “tidak selamanya yang besar pasti yang paling kuat”.

Sejarah menunjukkan, yang kecil juga acap mengalahkan yang besar.

“Saat ini, perusahaan yang menguasai teknologi terbukti mengalahkan yang besar dan sudah mapan,” tutur sosok yang kini setahun lagi memasuki usia 90 tahun itu dan sering dijuluki ‘si manusia ide’.

Pendiri Lippo itu lalu menunjuk perusahaan transportasi konvensional yang tertekan akibat kehadiran taksi online.

Sensitif terhadap teknologi digital

Karena itu, setiap orang yang menjadi bagian dari Lippo harus sensitif terhadap perkembangan teknologi digital.

Mochtar mengapresasi kemajuan signifikan yang sudah dicapai OVO dan PT Bank Nationalnobu Tbk yang sukses mengembangkan aplikasi teknologi untuk sistem pembayaran.

Penguasaan teknologi sangat penting bagi perusahaan yang bergelut di bidang jasa seperti Lippo.

Saat ini, bisnis jasa Lippo dikunjungi oleh 1,5 miliar orang, di antaranya 100 juta pelanggan unik.

Sedangkan pelanggan teratur sebanyak 65 juta, termasuk 25 juta yang memiliki rekening di Lippo.

Pelanggan Lippo yang mencapai 65 juta dilayani oleh 125.000 karyawan yang tersebar di berbagai jenis perusahaan.

Komit hadir di daerah terpencil

Saat ini, sambung James T Riady, usaha Lippo sudah berada di 600 titik atau wilayah di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Papua, provinsi paling jauh dari Jakarta.

Lippo hadir di 13 titik di Papua. Ada tujuh Sekolah Lentera Harapan, enam klinik Siloam, dan beberapa Hypermart untuk menyediakan kebutuhan pokok.

Klinik Siloam juga antara lain sudah beroperasi di Mamit, Daboto, dan Karubaga.

Tegasnya, Lippo berkomitmen untuk membangun klinik, rumah sakit, dan sekolah di daerah terpencil.

Sinergi dan penggunaan teknologi

Ia lalu mengingatkan, dengan sinergi antarperusahaan dan penggunaan teknologi, Lippo mampu melayani pelanggan dengan baik. Sebut saja sinergi Mataharimall.com, Bioskop Cinemaxx, Angkutan Online Grab, dan perusahaan keuangan merupakan contoh pelayanan yang baik kepada pelanggan.

Kemampuan melayani pelanggan di setiap perusahaan, demikian James, merupakan keunggulan Lippo yang harus terus ditingkatkan.

Ia mengaku cukup puas melihat tenaga sekuriti di Siloam yang sudah menunjukkan sikap melayani.

Hadir di sembilan negara

Selain di Indonesia, Lippo juga beroperasi di sembilan negara. Berpusat di Singapura, Lippo International antara lain beroperasi di Tiongkok, Hong Kong, AS, dan Myanmar.

Di Singapura, Lippo memiliki 100 klinik yang melayani 1,4 juta orang.

Lippo juga sudah membangun empat rumah sakit di Myanmar dan sedang menjajaki pembangunan rumah sakit di Vietnam.

Dalam mengembangkan bisnis, Lippo bermitra dengan sejumlah perusahaan global.

Dengan perusahaan RRT, Lippo bermitra dengan China Merchants, sebuah kelompok usaha yang bergerak di bidang industri, keuangan, dan investasi.

Lippo juga sudah bermitra dengan Itochu Corporation, salah satu perusahaan dagang terbesar di Jepang. Pada akhir 2017, perusahaan Jepang ini menandatangani pembelian 25,3 persen saham OUE Lippo Healthcare di Singapura.

“Lippo segera bekerja sama dengan Sumitomo dan Mitsubishi di bidang kesehatan,” ujar James.

Bermitra dengan korporasi berskala global, seperti Itochu, Sumitomo, Mitsubishi, dan China Merchants yang sudah memiliki brand, reputasi, dan jaringan internasional, mempercepat kemajuan Lippo di level internasional.

Melihat ke depan

Ya, kendati sudah berusia 89 tahun, kata James, Mochtar Riady merupakan figur yang selalu melihat ke depan.

Ia akrab berbicara tentang perubahan dan sesuatu yang harus dikerjakan untuk mengantisipasi masa akan datang dan perubahan cepat.

“Ia selalu muda karena melihat ke depan dan aktif, belajar, dan menulis, mengikuti perkembangan teknologi dengan tekun dan memberikan kita tantangan baru,” papar James.

Mochtar berpesan agar Lippo terus berkembang, hadir di seluruh wilayah untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara. Salah satu syarat yang ditekankannya adalah pentingnya mengikuti perkembangan teknologi dan menerapkan dengan tepat di perusahaan.

Untuk bisa bertumbuh dengan cepat serta memberikan kontribusi lebih besar kepada bangsa dan negara, Lippo akan terus meningkatkan kemitraan atau aliansi dengan perusahaan kelas dunia. Sedangkan di internal Grup Lippo, integrasi dan sinergi merupakan keharusan.

Memiliki visi yang benar

James mengingatkan para eksekutif Lippo untuk memiliki visi yang benar, konsisten dalam bekerja, memanfaatkan momentum dengan tepat, keberanian, manajemen yang baik, dan kecepatan dalam bertindak.

“Teknologi berubah dengan cepat. Kita harus bisa memandang jauh ke depan, melihat sesuatu yang bakal terjadi, dan bertindak dengan cepat,” ungkap James.

Tahun ini, James mengingatkan semua eksekutif Lippo untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. Yang dimaksudkan dengan intensifikasi ialah memantapkan posisi bisnis di segmennya, berusaha menguasai pangsa pasar di segmennya.

Ibarat pilar, akar perusahaan di segmennya hendaknya kian dalam dan kuat. Saat ini, pangsa pasar Matahari 42 persen, sedangkan Hypermart 24 persen. Pangsa pasar ini perlu terus dijaga dan diperkuat.

Sedangkan ekstensifikasi merupakan ekspansi usaha. “Perusahaan yang tumbuh ialah perusahaan yang selalu memiliki bisnis baru setiap tahun. Di bidang properti, misalnya, Lippo selalu berusaha membangun proyek baru. Ini semua penting agar Lippo bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” jelas James.

Nilai-nilai utama keluarga

James Riady mengakui, kemajuan dan kontribusi Lippo kepada bangsa dan negara tidak sepi dari pandangan miring kalangan tertentu.

Namun, kontribusi Lippo kepada bangsa dan negara ialah sesuatu yang kasat mata.

Masyarakat internasional pun memberikan apresiasi dan grup usaha berskala global senang menjadi mitra bisnis Lippo.

“Dari kecil, kami tak pernah dinasihati orangtua untuk mengumpulkan celengan sebanyak-banyaknya,” ungkap James.

Dijelaskan, nilai utama yang selalu ditanamkan orangtuanya, menurut James Riady, adalah pentingnya semangat entrepreneurship atau kewirausahaan, akses ke sumber dana, investasi di sektor usaha yang tepat, dan keluarga. Nilai keluarga selalu ditekankan oleh orangtuanya.

“Jangan sampai kita berhasil dalam usaha, tetapi keluarga berantakan. Kalau ada masalah dengan keluarga, cuti dulu, selesaikan masalah keluarga, baru kembali kerja,” jelas James.

Liburan bersama keluarga sangat penting untuk memupuk saling pengertian dan kebersamaan.

Kontribusi bisnis Lippo

Lippo Group membawahkan puluhan perusahaan yang 16 di antaranya merupakan perusahaan tercatat di bursa (listed company). Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/1/18), ke-16 emiten Lippo Group membukukan total kapitalisasi pasar (market cap) Rp88,10 triliun.

Ke-16 emiten itu terdiri atas PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Siloam International Hospitals (SILO), PT Link Net Tbk (LINK), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), dan PT Multipolar Tbk (MLPL).

Lainnya ialah PT First Media Tbk (KBLV), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI), PT Star Pacific Tbk (LPLI), PT Lippo Securities Tbk (LPPS), PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI), serta PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN).

Lippo Group bergerak, antara lain di bidang properti, ritel, TTM (teknologi, telekomunikasi, dan multimedia-Red), pendidikan, kesehatan, serta keuangan.

Bidang properti meliputi kota satelit, perumahan, kondominium, perkantoran kelas atas, pusat industri, pusat belanja, hotel, golf, lembaga pendidikan, rumah sakit, dan taman pemakaman.

PT Lippo Karawaci Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk merupakan dua perusahaan properti yang menjadi ikon Lippo.

Adapun di bisnis ritel, Lippo mengoperasikan supermarket, hypermarket, dan foodmart di bawah bendera PT Matahari Department Store dan PT Matahari Putra Prima Tbk.

Sedangkan bidang telekomunkasi mencakup televisi kabel dan satelit di bawah PT First Media Tbk dan PT Link Net Tbk. Bisnis teknologi telekomunikasi eksis lewat PT Multipolar Tbk.

Sementara itu, di bidang multimedia, Lippo membangun jaringan media massa di bawah Berita Satu Media Holdings, yang antara lain mengelola BeritasatuTV, BeritaSatu.com, Harian Investor Daily, Majalah Investor, Harian Umum Suara Pembaruan, Majalah Globe Asia, dan The Jakartaglobe.com.

Lalu di bidang pendidikan, Lippo tercatat sebagai pionir dalam pembangunan sekolah modern lewat Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan. Dengan mengusung misi pelayanan dan pemerataan pendidikan, Lippo membangun Lentera Harapan, yakni sekolah dasar dan menengah untuk masyarakat menengah-bawah. Selain di Jabodebatek, Lentara Harapan banyak dibangun di Indonesia bagian timur.

Lippo juga mengelola jaringan rumah sakit umum dengan nama Siloam. Saat ini, jaringan RS Siloam menempati peringkat pertama berdasarkan jumlah tempat tidur, peralatan, dan kualitas pelayanan. Siloam banyak dibangun di daerah terpencil untuk membantu masyarakat mendapatkan akses kesehatan.

Ihwal nama Lippo

Tentang nama Lippo, sesungguhnya sudah ada sejak 1958. Berasal dari kata li artinya kekuatan atau modal dan po yang berarti sumber kekuatan.

Lippo diartikan sebagai sumber kekuatan modal dan moral. Nama Lippo dikenal luas di Tanah Air lewat Bank Lippo. Didirikan pada 1989, saham bank ini dilepas ke Khazanah Nasional, pemilik CIMB (Malaysia) pada 2005.

Namun, Mochtar Riady, pendiri Lippo yang dijuluki “Bankir Bertangan Dingin” oleh pers Indonesia, kembali memiliki bank, PT Bank Nationalnobu Tbk, untuk tetap memperkuat bisnis keuangannya lewat perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, dan sekuritas. Selain itu, dengan OVO, Lippo juga melayani transaksi keuangan. (B-BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles