-4.1 C
New York
Wednesday, February 25, 2026

Buy now

spot_img

Tangguh !!! Arsenal kalahkan Chelsea dan ke final Piala Liga untuk ke-8 kalinya

BENDERRAnews, 25/1/18 (London): ‘The Gunners’ Arsenal berhasil mengamankan tiket ke final Piala Liga Inggris. Menyusul kemenangan atas Chelsea dengan skor akhir 2-1 di semifinal leg kedua.

Ini merupakan kali kedelapan skuat besutan Arsene Wenger itu melaju ke babak pamungkas.

Pada pertandingan di Stadion Emirates, Kamis (25/1/18) dinihari WIB, kedua tim bermain seri 1-1 di paruh pertama. Chelsea membungkam publik tuan rumah usai Eden Hazard mencetak gol cepat di menit ketujuh sebelum Arsenal menyamakan skor karena gol bunuh diri Antonio Ruediger.

Kemenangan Arsenal ditentukan di paruh kedua pertandingan. Granit Xhaka tampil sebagai pahlawan ‘The Gunners’ dengan golnya di menit ke-60.

Kalahkan Chelsea, Arsenal ke Final

Hasil ini meloloskan Arsenal dengan keunggulan agregat 2-1, usai bermain seri tanpa gol di leg pertama yang dilangsungkan di kandang Chelsea. Selanjutnya, tim London Utara itu akan berhadapan dengan Manchester City dalam laga perebutan gelar juara di Wembley, sebulan lagi.

Jalannya laga

Chelsea langsung membuat gebrakan di menit-menit awal. Di menit kelima, sundulan Pedro membobol gawang Arsenal, tapi gol dianulir karena si pemain dinyatakan offside.

Gol Chelsea akhirnya benar-benar terjadi dua menit kemudian. Umpan terobosan Pedro kepada Hazard menembus jantung pertahanan Arsenal yang diselesaikan dengan sepakan kaki kiri dari dalam kotak. Chelsea memimpin 1-0.

Keunggulan Chelsea hanya seumur jagung. Arsenal langsung membalas untuk menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-12.

Dari serangan balik, Nacho Monreal menanduk bola umpan silang yang membentur Marcos Alonso lalu Antonio Ruediger sebelum menembus gawang yang dijaga Willy Caballero.

Chelsea kembali mengancam. Di menit ke-20, sepakan mendatar Willian melenceng setelah menerima umpan terobosan Pedro dari sisi kanan pertahanan Arsenal.

Setengah jam pertandingan berjalan, Chelsea mesti melakukan pergantian pemain lebih awal seiring cederanya Willian. Di menit ke-34, Arsenal menebar ancaman dengan sepakan Granit Xhaka, meski masih melambung di atas mistar gawang Caballero.

Menjelang injury time habis, Arsenal nyaris menciptakan gol kedua. Sepakan Mesut Oezil di tepi kotak penalti membentur Andreas Christensen, lalu bergulir melebar tipis dari tiang gawang.

Selepas turun minum, intensitas pertandingan tidak menurun. Chelsea melewatkan peluang di menit ke-50, setelah Hazard hanya tinggal berhadapan dengan David Ospina tapi malah terjatuh ketika menggiring bola.

Sepuluh menit kemudian, Arsenal berbalik mengungguli Chelsea 2-1. Alexandre Lacazette mengirim umpan silang dari sisi kanan, yang membentur lini pertahanan Chelsea sebelum diteruskan Xhaka dengan sepakan ke tiang jauh.

Di menit ke-75, Marcos Alonso melepaskan sepakan jarak jauh tapi bola masih melambung. Semenit kemudian, serangan balik Arsenal merepotkan Chelsea setelah tembakan Alex Iwobi dimentahkan Caballero dengan kakinya.

Memasuki 10 menit terakhir pertandingan. Tendangan penjuru Hazard disambut Ruediger dengan sundulan, yang melambung. Setelahnya Alonso kembali mencoba peruntungannya dengan tembakan jarak jauh, tapi bola lagi-lagi belum tepat sasaran.

Di akhir injury time, umpan silang Hazard dari sisi kiri tak ada yang menyambut sehingga tembakannya langsung mengarah dalam pelukan Ospina. Sampai laga bubar skor 2-1 untuk keunggulan Arsenal tidak berubah.

Susunan Pemain

ARSENAL: Ospina; Bellerin, Koscielny, Mustafi, Monreal; Wilshere, Elneny, Xhaka; Ozil, Lacazette (Kolasinac 84′), Iwobi (Ramsey 84′)

CHELSEA: Caballero; Azpilicueta, Christensen, Rudiger; Moses (Zappacosta 72′), Kante, Bakayoko, Alonso; Willian (Barkley 30′), Hazard, Pedro (Batshuayi 65′).

Delapan kali

Arsenal sukses melaju ke final Piala Liga Inggris usai menyingkirkan Chelsea. Ini akan menjadi penampilan kedelapan Arsenal di final Piala Liga Inggris.

Arsenal melaju ke partai puncak usai menang 2-1 di leg kedua babak semifinal yang dimainkan di Stadion Emirates, Kamis (25/1/2018) dini hari WIB. Di leg pertama lalu, kedua tim hanya bermain imbang 0-0.

Arsenal sempat tertinggal setelah Eden Hazard mencetak gol di menit ketujuh. Tapi gol bunuh diri dari Antonio Ruediger dan gol dari Granit Xhaka memberi kemenangan untuk The Gunners.

Final Kedelapan Arsenal di Piala Liga Inggris

Berkat kemenangan ini, Arsenal akan tampil di final Piala Liga Inggris untuk yang kedelapan kalinya. Hanya ada dua tim yang punya catatan lebih baik daripada Arsenal dalam hal ini.

Selain itu, Arsenal juga mengakhiri laju tak terkalahkan Chelsea. Berikut adalah data dan fakta usai pertandingan antara Arsenal dan Chelsea seperti dirangkum BBC:

– Arsenal akan memainkan final Piala Liga Inggris yang kedelapan. Cuma Liverpool (12) dan Manchester United (9) yang tampil lebih banyak (Aston Villa dan Spurs juga 8).

– Chelsea hanya kalah dua kali dalam delapan laga tandang terakhir melawan Arsenal di semua kompetisi (W3 D4 L2).

– Eden Hazard sudah mencetak tiga gol dalam dua pertandingan terakhir Chelsea di semua kompetisi, sama banyaknya dengan 14 pertandingan sebelumnya.

– Ross Barkley untuk pertama kalinya tampil di laga kompetitif setelah 248 hari. Terakhir kali bermain melawan Arsenal di Emirates Stadium bersama Everton pada 21 Mei 2017.

– Ini adalah kekalahan pertama Chelsea dalam 13 pertandingan setelah takluk 0-1 di tangan West Ham United pada 9 Desember di Premier League.

– The Gunners hanya mencetak enam gol dalam perjalanannya ke final, jumlah gol terendah dari tim yang mencapai final Piala Liga Inggris.

– Lima kekalahan Chelsea di kompetisi domestik musim ini terjadi di London. Dua kali kalah di Stamford Bridge dan masing-masing takluk di Selhurst Park, London Stadium, dan Emirates. Demikian ‘Detik.com’.

Fokus tanpa Sanchez

Arsene Wenger menyatakan Arsenal kini memiliki kepastian dan bisa fokus sepenuhnya menyusul kepergian Alexis Sanchez ke Manchester United. Hal itu diungkapkan pelatih asal Prancis tersebut setelah timnya memastikan tempat di final Piala Liga (EFL Cup) dengan menundukkan Chelsea, 2-1, pada leg kedua semifinal di Stadion Emirates.

Selama ini masalah akan pergi atau tidaknya Sanchez memang membuat konsentrasi tim terganggu. Pemain asal Cile ini menolak memperpanjang kontrak dan dua tim raksasa Manchester United dan Manchester City tertarik merekrut.

Alih-alih bereuni dengan mantan bosnya di Barcelona, Pep Guardiola, Sanchez ternyata memilih hegkang ke Manchester United. Tim yang bermarkas di Old Trafford itu menyerahkan Henrikh Mkhitaryan direkrut Arsenal demi mendapatkan mantan pemain Udinese itu.

Kejelasan soal masa depan Sanchez ini, menurut Wenger, sangat membantu timnya. Kini timnya bisa lebih fokus termasuk menghadapi final Piala Liga melawan Manchester City, bulan depan.

“Ketidakpastian itu sudah tak ada lagi,” ujar Wenger.

“Kami kehilangan pemain hebat namun tentu saja ketika tim tak tahu apa yang terjadi, ada ketidakpastian dan membuat fokus kami berkurang,” kata mantan pelatih AS Monaco ini.

“Kini kami tahu bahwa kami memang harus berhadapan dengan hal ini dan kami bisa terus melangkah dengan lebih fokus,” katanya.

Chelsea sebenarnya unggul lebih dulu melalui aksi Eden Hazard saat pertandingan baru berjalan tujuh menit. Namun enam menit kemudian skor menjadi imbang setelah bek Chelsea, Antonio Rudiger, membuat gol bunuh diri.

Granit Xhaka menjadi penentu kemenangan Arsenal berkat gol yang dilesakkannya pada enit ke-60. Pada pertemuan pertama di kandang Chelsea, kedua tim bermian imbang tanpa gol. Arsenal pun unggul agregat 2-1 dan akan bertanding di final pada 25 Februari mendatang.

Namun Wenger mengaku dirinya tak senang melihat performa timnya pada babak pertama. Dia menilai timnya tampil dengan rasa takut.

“Kami terlalu respek kepada mereka dan membuat mereka leluasa. Mungkin kami terlalu takut menghadapi mereka,” ujarnya.

“Akibatnya, kami pun menderita. Di lapangan, kami tak berada di posisi yang bagus pada babak pertama. Kami memperbaikinya dan mengambil alih kendali permainan pada babak kedua,” kata pelatih yang menangani Arsenal sejak 1996 ini.

“Pada babak pertama kami kami hanya menonton mereka bermain dan mereka terus menekan kami. Namun pada babak kedua kami bermain lebih ketat. Lini tengah kami kuasai dan kamu mulai mendominasi permainan,” paparnya. Demikian ‘Goal’ seperti dilansir ‘BeritaSatu.com’. (B-DC/BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles