8.7 C
New York
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img

Dramatis !!! Performa Spurs bagus, Liverpool diganjar dua penalti berbau kontroversial, Kane tembus 100 gol

BENDERRAnews, 5/2/18 (Liverpool): Ya benar-benar dramatis. Tottenham Hotspur tampil penuh percaya diri dan mendominasi laga, tetapi Liverpool justru dua kali memimpin.

Dikomandoi Harry Kane, Spurs akhirnya bisa mengejar ketinggalan, dengan mengakhiri laga lewat sebuah penalti yang dinilai berbau kontroversi. Kedua tim akhir berbagi angka 2-2.

 

Tentang Hakim Garis yang Bikin Kontroversi di Laga Liverpool vs Spurs

Lepas dari pernilaian adanya keputusan wasit (sebenarnya asisten wasit, Red) yang diangap kontroversi, publik bola sesungguhnya mendapat suguhan pertarungan hebat serta menghibur dari dua tim penganut sepakbola menyerang ini.

Namun, Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino percaya, timnya seharusnya bisa mengalahkan Liverpool. Disebut Pochettino, Spurs bermain jauh lebih baik.

Melawat ke Anfield, Minggu (4/2/18), Tottenham bermain seri 2-2 dengan Liverpool. ‘The Reds’ berhasil unggul lebih dulu berkat gol kilat Mohamed Salah di menit ketiga, sebelum Spurs membalas lewat gol Victor Wanyama di menit ke-80.

Momen-momen kontroversial kemudian mewarnai pertandingan di sisa laga. Wasit menunjuk titik putih setelah Harry Kane dijatuhkan Loris Karius, padahal si pemain sudah berdiri di posisi offside. Pada prosesnya, eksekusi Kane gagal usai sepakannya ditepis.

Sesudahnya, Liverpool tampak akan memenangkan pertandingan usai Salah menciptakan gol keduanya yang mengubah skor menjadi 2-1. Tapi kemenangan itu akhirnya batal setelah Spurs kembali dihadiahi penalti, yang kali ini sukses disarangkan Kane.

Keputusan itu lagi-lagi kontroversial karena Virgil van Dijk tampak menarik kakinya saat membayangi Erik Lamela yang jatuh di kotak penalti.

Tapi bagaimanapun, terlepas dari kontroversi Spurs memang tampil lebih agresif. Kane cs menguasai permainan dengan keunggulan penguasaan bola 66-34 dan menciptakan 13 percobaan, yang enam di antaranya mengarah ke gawang.

“Tadi adalah sebuah pertandingan menakjubkan untuk disaksikan. Saya kalem, karena saya pikir tim bermain sangat baik,” ucap Pochettino kepada Match of the Day. “Rasanya adalah kami kehilangan dua poin. Kami jauh, jauh, jauh lebih baik dibandingkan Liverpool.”

“Tadi yang penting adalah karakter. Ketika Anda menganalisa pertandingan, pertandingannya selalu dalam kendali sekalipun kami kebobolan lebih dahulu. Ketika Anda menganalisa permainan selama 90 menit, Tottenham jauh lebih baik,” dia melanjutkan.

“Kami selalu mencoba memberikan yang terbaik. Tim selalu menunjukkan kepribadian dan karakter. Hari ini adalah pertandingan yang kami coba menangkan dan untuk mengubah sejarah, Anda butuh waktu.”

Satu angka yang diperoleh tidak mengubah posisi kedua tim di papan klasemen; Liverpool tetap di perngkat empat dengan 51 poin unggul dua angka dari Tottenham di posisi kelima. Bagi Spurs, hasil ini memperpanjang puasa kemenangan di kandang Liverpool sejak menang 0-2 pada Mei 2011.

Klop kritik keputusan

Lain lagi komentar Manajer Liverpool, Juergen Klopp. Dia marah betul dengan keputusan wasit saat memberi dua penalti ke Tottenham Hotspur. Klopp menyebut wasit ingin jadi pusat perhatian.

Liverpool Diganjar Dua Penalti, Klopp Kritik Keputusan Wasit

Keputusan si wasit sempat mendapat protes dari para pemain Liverpool. Dari tayangan ulang, Kane lebih dulu berada di posisi offside sebelum berupaya melewati Karius.

Kane, yang menjadi eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Bola yang dia arahkan ke tengah berhasil ditepis Karius.

Drama terjadi di masa injury time. Liverpool berhasil unggul 2-1 lewat gol kedua Salah. Sementara itu, Tottenham menyamakan skor menjadi 2-2 lewat eksekusi penalti Kane yang kedua.

Penalti yang kedua kembali menimbulkan protes dari pemain Liverpool. Para pemain The Reds menganggap Erik Lamela melakukan diving saat berusaha duel perebutan bola dengan Virgil van Dijk.

Dari tayangan ulang wasit memang terlihat tak menunjuk titik penalti. Akan tetapi, hakim garis menilai bahwa hal itu murni penalti. Di akhir laga Klopp pun marah.

“Apakah Anda mendengarnya? Saya tidak diizinkan masuk ke ruangan mereka sampai setengah jam setelah pertandingan,” kata Klopp kepada Sky Sports saat ditanya apakah dia mendapat permintaan maaf dari perangkat pertandingan.

“Itu jelas offside (untuk penalti pertama), luar biasa, saya tidak tahu apa yang mereka diskusikan. (Penalti kedua) ya, Virgil van Dijk menyentuhnya, tapi kita semua tahu Lamela menginginkan sentuhan itu dan kita semua tahu mereka (Spurs) melakukan pelanggaran keras di babak pertama dan kami tidak mendapat pelanggaran,” sambungnya.

“Itulah level permainan hari ini, tapi kemudian situasi di menit terakhir seperti itu? Wow. Dia ingin menjadi pusat perhatian,” Klopp menyesali.

Rekor 100 gol

Sementara itu, penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane, membukukan catatan oke di laga melawan Liverpool. Dia menembus tiga digit gol di Premier League.

Spurs memetik hasil imbang 2-2 saat dijamu oleh Liverpool di Anfield, Minggu (4/2/18). Dua gol tim tuan rumah dibukukan oleh Mohamed Salah. Sementara gol balasan ‘The Lilywhites’ dicetak oleh Victor Wanyama dan Kane.

Gol Kane itu dibukukan pada masa injury time babak kedua. Dia mencetaknya lewat titik putih, yang berbau kontroversi.

Kane Tembus 100 Gol di Premier League

Pemain Spurs, Erik Lamela, melakukan diving, yang membuat wasit Jonathan Moss menunjuk titik putih. Kaki Virgil Van Dijk, pemain Liverpool di dekat Lamela, padahal minim kontak dengan pemain asal Argentina itu.

Kane sukses menjaringkan bola ke dalam gawang. Itu merupakan kali kedua mendapatkan penalti di laga itu. Sebelumnya, dia gagal saat menjadi eksekutor.

Opta mencatat bahwa Kane sudah membukukan 100 gol di Premier League, dalam 141 pertandingan yang dijalani. Dia cuma kalah dari Alan Shearer, yang membukukan 100 gol dalam 124 pertandingan.

“Saya gugup sebelum penalti kedua. Itu merupakan momen besar, dengan tekanan tinggi, tapi saya sudah biasa melakukan hal ini,” kata Kane di BBC.

“Ada tekanan tinggi di hadapan Kop. Yang pertama, saya melakukan segala yang saya inginkan dan penjaga gawang melakukan penyelamatan. Anda harus memanfaatkan kesempatan. Saya pikir yang kedua adalah penalti, pemain belakang melanggar Lamela,” Harry Kane menambahkan, seperti dilansir ‘Detik.com’. (B-CS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles