BENDERRAnews, 13/2/18 (Jakarta): Sebuah tayangan video berdurasi satu menit lebih menghadirkan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.
Isi video itu ialah testimoni di akun twitternya.
Dalam video itu, SBY mengungkapkan ada pihak ingin mengadu domba dirinya dengan Presiden Joko Widodo.
SBY sempat memperlihatkan secarik kertas. Di sana tertulis kata-kata cuitan di twitter. Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini menegaskan jika twitter atas namanya ialah akun palsu.
“Isinya sangat tidak bagus seolah-olah saya menyerang Presiden Jokowi dan Ibu Megawati. Bahasanya pun tidak baik, bukan begitu karakter dan kepribadian saya,” tegas SBY dikutip dari akun twitternya, Senin (12/2/18) awal pekan ini.
Disebutnya, upaya adu domba ini sengaja disebarluaskan melalui pesan di WhatsApp. Kejadian seperti ini, kata SBY, juga dialaminya pada 2017 lalu. Namun bedanya saat itu tersebar di twitter.
Kali ini kicauan atas nama SBY bertuliskan, ‘Saya tidak akan tinggal diam @jokowi saya akan bongkar siapa anda dan megawati sesungguhnya. Ayo muslim RI kita tunjukan niat kita *SBY*’.
Minta ditindak
Ayah Agus Yudhoyono ini berharap pihak berwajib segera bertindak. “Karena ini boleh dikatakan pembusukan terhadap saya, mengadu domba antara saya dengan Presiden Jokowi dan Ibu Megawati,” tegasnya.
Satu tahun lalu, SBY merasa ada yang ingin membuat hubungannya dengan Jokowi dan Mega panas. “Ada yang melepas tweet seolah dari saya. Isinya menyerang Pak Jokowi dan Ibu Megawati. Itu bukan dari saya. Bukan karakter saya,” kata SBY Februari 2017.
Dikatakannya, ada sejumlah akun twitter yang mencoba memiripkan nama yang dipakai olehnya. SBY menegaskan, akun palsu itu hanya punya ribuan followers, sementara dirinya punya sembilan juta lebih.
“Ada sejumlah akun twitter yang gunakan nama S.B.Yudhoyono, dengan followers ratusan atau ribuan. Followers saya hari ini 9,5 juta,” tulis dia lagi.
Terakhir, dia meminta agar polisi mengusut akun-akun palsu yang mencoba menyamarkan identitas demi memfitnah. Dia berpesan, rakyat jangan mudah diadudomba.
“Netizen dan rakyat jangan sampai diadu domba. Saya harap pihak yang berwajib menertibkan berita hoax yang memecah belah seperti itu,” pintanya.
Ingin bantu Jokowi
Saat masih menjabat, SBY juga sempat gerah dengan munculnya polemik pengadaan mobil dinas bagi menteri. Apalagi, kebijakan yang dibuat pemerintahannya itu sempat dibanding-bandingkan dengan Presiden terpilih Jokowi.
“Saya juga tidak ingin diadu-adu dengan Presiden Jokowi, karena justru niat saya adalah membantu beliau,” keluh SBY saat membuka sidang kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (11/9/18).
Terkait isu tersebut, Kementerian Sekretariat Negara pun telah memutuskan untuk membatalkan proses pengadaan mobil dinas. Isu tersebut juga menjadi salah satu pokok bahasan dalam ratas yang berlangsung sore ini.
“Karena ini menjadi isu publik, maka pemerintah telah mengambil keputusan. Nanti saya akan garis bawahi lagi nanti, agar tidak menjadi polemik yang tidak perlu,” tegas SBY seperti dilansir ‘Merdeka.com’. (B-MC/jr)



