12.2 C
New York
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img

Hormati !!! Ginandjar nilai penegakan hukum memberi kepastian usaha, kasus PKPU yang libatkan MSU jadi pembelajaran

BENDERRAnews, 9/7/18 (Jakarta): Semua pihak, termasuk para pelaku bisnis dan investasi harus sama-sama menghormati proses hukum, demi adanya penegakan keadilan sekaligus kepastiannya.

“Terkait Putusan Pengadilan Niaga Jakarta yang menolak permohonan gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan PT Relys Trans Logistics dan PT Imperia Cipta Kreasi terhadap PT Mahkota Sentosa Utama, selaku pengembang kota baru Meikarta, menunjukkan hukum di Indonesia ditegakkan dengan baik. Penegakan hukum memberikan kepastian usaha dan investasi di Indonesia,” kata mantan Ketua DPD RI, Ginandjar Kartasasmita di Jakarta, Jumat (6/7/18) akhir pekan lalu.

Mantan menteri koordinator bidang ekonomi, keuangan, dan industri itu menambahkan, kasus tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi setiap orang agar tidak mencoba-coba melakukan tindakan melawan hukum.

“Kita kan negara hukum. Ada orang-orang mau menuntut, ya itu harus kita hormati saja. Karena itu, ada hukum menyelesaikan masalah ini. Tidak bisa kita melarang seseorang tidak bisa menuntut keadilan. Tetapi yang jelas keputusan ini menunjukkan bahwa hukum di Indonesia ditegakkan dengan baik. Kedua, ada kepastian hukum, dan ketiga, bagi dunia bisnis di Indonesia menunjukkan bahwa hukum itu bisa mengambil keputusan yang benar dan tepat. Jadi, menegakkan kebenaran dan keadilan. Itu yang utama, jadi bukan semata-mata untuk Meikarta, tetapi untuk kepastian usaha di Indonesia dan untuk iklim usaha itu baik,” ujarnya.

Ginandjar yang juga mantan Ketua Bappenas dan Tokoh Jawa Barat ini, menilai positif putusan majelis hakim tersebut.

“Saya kira ini ada positifnya, ada hikmahnya. Orang selanjutnya tidak akan coba-coba lagi seperti ini. Kalau tidak, dicoba lagi seperti itu. Bukan hanya Meikarta, ini terhadap proyek lain. Kan seperti memeras itu. Tidak berdasarkan fakta, dia meminta, tidak dipenuhi, lantas ke pengadilan. Tetapi pengadilan sudah mengambil sikap yang benar. Itu menurut saya pertama sangat menguntungkan, dan sangat baik bagi iklim investasi Indonesia. Tentu di Meikarta juga jelas, bahwa yang dilakukan Meikarta itu tidak ada salahnya. Buat Meikarta, ini lebih meyakini kalau berada di jalan yang benar atau Meikarta berada dalam jalan yang benar,” katanya.

Berpengaruh pada iklim investasi

Disebutnya, kepastian hukum sangat berpengaruh terhadap iklim investasi di Indonesia. “Itu benar. Jadi banyak orang yang meragukan sisi hukum kita. Apakah sisi hukum kita benar, apakah bisa dibeli, bisa disalahgunakan? Jadi sekarang terbukti bahwa hukum kita bisa ditegakkan dengan baik. Karena, saya sering kali mendengar kalau pengadilan di Indonesia susahlah. Jadi sekarang kita tunjukan bahwa pengadilan di Indonesia bisa menegakkan keadilan dengan baik,” katanya.

Saat ini iklim investasi di Indonesia tergolong baik karena dilindungi oleh hukum untuk menegakkan undang-undang. “Jadi tidak bisa dipermainkan. Saya melihatnya dari sisi positif, pengadilan ini. Positif bukan hanya bagi Meikarta, tetapi positif bagi ekonomi di Indonesia. Sekarang sudah terbukti reformasi di bidang hukum itu dengan adanya pengadilan yang benar,” kata Ginandjar.

Ketika ditanya apa saja tantangan bagi dunia investasi di Indonesia, Ginandjar menyatakan kepastian hukum merupakan faktor penting.

“Ini kan salah satu kasus. Mudah-mudahan ini mencerminkan juga suasana hukum secara keseluruhan, sehingga orang makin percaya (investasi). Tetapi secara terus terang memang masih ada keragu-raguan, mudah-mudahan sekarang bisa dikurangi. Kedua, juga pelayanan dari birokrasi, terutama di daerah. Karena dengan desentralisasi, kewenangan jadi bertingkat, ada pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, ini acap kali tidak sinkron dan ini menjadi masalah. Saya kira Meikarta juga pernah mengalami masalah itu,” jelasnya.

Tantangan lainnya menyangkut masalah ketenagakerjaan. Namun, hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain.

“Karena kita negara yang ekonominya berkembang, tentu masalah yang dihadapi (akan diatasi) dengan belajar dan sambil berjalan. Tetapi, saya tidak melihat adanya kekurangan investasi di Indonesia sekarang ini. Tidak melihat ada gejala ke arah itu. Kalaupun ada, bukan semata-mata karena masalah lokal, tetapi dipengaruhi masalah internasional, seperti gejolak ekonomi dunia, masalah penguatan dolar. Itu lebih banyak memengaruhi daripada masalah dalam negeri,” demikian Ginandjar Kartasasmita. (B-BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles