BENDERRAnews, 1/8/18 (Jakarta): Kinerja PT Matahari Putra Prima Tbk atau MPPA berada pada tren positif.
Dilaporkan MPPA mencatat pertumbuhan volume transaksi sebesar 0,9 persen pada kuartal kedua 2018. Ini mengindikasikan peningkatan jumlah pelanggan yang datang dan berbelanja di gerai-gerai perseroan.
MPPA juga mencatat penjualan bersih sebesar Rp5,88 trilliun di semester pertama 2018. Di kuartal kedua 2018, penjualan bersih senilai Rp2,96 trilliun, meningkat 1,6 persen dari kuartal pertama 2018 didukung oleh periode Lebaran.
Namun demikian, penjualan bersih tersebut masih lebih rendah dari tahun lalu sebagai dampak dari upaya manajemen untuk memfokuskan bisnisnya melayani pelanggan ritel dan mengurangi bisnis grosir/B2B yang memiliki marjin rendah.
Tingkatkan bisnis ritel
Di saat fokus inti tim manajemen untuk meningkatkan bisnis ritel serta jumlah pelanggan berbelanja dalam gerai, perseroan juga berupaya untuk meningkatkan jumlah nilai belanjaan pelanggan (basket size) melalui peningkatan ragam jenis produk, cross-merchandising, peluncuran aktivitas promosi untuk mengajak pelanggan berbelanja lebih sebagai upaya memperoleh nilai lebih baik, seperti program “pembelian dengan pembelian/ Pay With Purchase (PWP)”.
Perseroan juga memperoleh hasil yang baik selama periode Lebaran di mana volume transaksi meningkat 3,8 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
Faktor biaya masih terkendali di mana biaya umum dan administratif tercatat sebesar Rp819 miliar selama semester pertama 2018, yang merupakan penurunan 23,6 persen dari tahun lalu. Hal tersebut merefleksikan total penghematan biaya lebih dari Rp250 miliar.
Penghematan ini secara garis besar berasal dari upaya efisiensi operasional yang telah dilaksanakan sejak 2017. Manajemen tetap berkomitmen untuk melakukan penelaahan dan melaksanakan upaya efisiensi operasional lebih lanjut guna meningkatkan tingkat keuntungan ke depan.
Seperti dilansir BeritaSatu.com, perseroan juga mengumumkan proses rights issue yang telah berhasil dilaksanakan dan menggalang dana sebesar Rp 807 miliar. Keberhasilan pelaksanaan rights issue ini merupakan bukti nyata atas dukungan pemegang saham yang berkelanjutan dan memperkuat posisi perseroan untuk meraih kembali kepemimpinannya dalam bisnis ritel groseri di Indonesia. (B-BS/jr)



