-3.2 C
New York
Tuesday, February 24, 2026

Buy now

spot_img

Wuauw !!! ‘Kapal Hantu’ Sam Ratulangi mendadak muncul setelah menghilang sembilan tahun, masih berbendera Merah Putih

 

Kapal kontainer misterius yang dibuat di Indonesia dan berlayar di samudera tanpa satu pun awak di dalamnya, ditemukan kandas di lepas pantai kota Thongwa, Yangon, Myanmar. [Myanmar Times]
Kapal kontainer misterius yang dibuat di Indonesia dan berlayar di samudera tanpa satu pun awak di dalamnya, ini, ditemukan kandas di lepas pantai kota Thongwa, Yangon, Myanmar. (Foto: Myanmar Times)
BENDERRAnews, 3/9/18 (Yangon): Dunia pelayaran internasional dikejutkan dengan kemunculan tiba-tiba sebuah kapal ‘hantu’ di lepas pantai Myanmar selatan. Disebut kapal ‘hantu”, karena sama sekali tak berawak, dan berpenampilan mengejutkan nelayan setempat. Sebab, mereja juga tak menemukan satu pun muatan di kapal bernama z”Sam Ratulangi PB 1600″ tersebut.

Dilaporkan,kapal kontainer misterius yang dibuat di Indonesia dan berlayar di samudera tanpa satu pun awak di dalamnya, ditemukan kandas di lepas pantai kota Thongwa, Yangon, Myanmar.

Kapal  “Sam Ratulangi PB 1600” tersebut kali pertama ditemukan masih berlayar di sekitar tujuh mil dari desa Thama Seitta, Kamis (30/8/18) pekan lalu.

“Tidak ada awak atau kargo yang ditemukan di kapal. Cukup membingungkan bagaimana kapal besar itu muncul di perairan kami,” kata Ne Win Yangon, anggota Parlemen lokal untuk Kota Thongwa.

Berdasarkan investigasi tim gabungan, kapal tersebut mempunyai panjang 177,35 meter, lebar 27,91 meter, dan berat 26.510 ton.

Berbendera Merah Putih

Kapal tersebut dilaporkan telah berlayar memakai bendera Indonesia dan terakhir terlihat di Taiwan tahun 2009.

Ketika angkatan laut Myanmar memeriksa kapal pada Jumat (30/8/18), kapal itu telah terbelah menjadi dua, karena terdampar di gundukan pasir selama beberapa hari.

Kapal Hantu Sam Ratulangi Mendadak Muncul Setelah 9 Tahun Hilang - 2

 

“Menurut saya, kapal itu baru saja ditinggalkan. Pasti ada alasannya (mengapa itu diabaikan),” kata Aung Kyaw Linn, Sekretaris Jenderal Federasi Independen Pelaut Myanmar.

Sementara, media massa Myanmar yang dikelola pemerintah mengatakan, kapal itu sedang ditarik ke negara tetangga, Bangladesh.

Kapal-kapal tua dan tidak layak, sering diderek ke Provinsi Chittagong di selatan Bangladesh, yang menjadi tempat industri pelayaran yang berkembang tapi kontroversial.

Rusia Today, Sabtu (1/9/18), sebagaimana dilandir ‘Suara.com’, memberitakan, kapal tersebut hampir satu dekade hilang di laut. Saat ditemukan, kapal itu kandas di atas gundukan pasir lepas pantai desa Thma Seitta.

Nelayan yang kali pertama menemukan kapal itu melapor ke polisi, penjaga pantai, dan angkatan laut. Selanjutnya, mereka memberanikan diri naik ke kapal tersebut untuk melakukan pemeriksaan. (B-SC/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles