-0.2 C
New York
Tuesday, February 24, 2026

Buy now

spot_img

Fakta !!! Machfud: Dulu nomor 2 saja Jokowi menang, apalagi sekarang nomor 1; Megawati: Sarat pesan sejarah

BENDERRAnews, 25/9/18 (Surabaya): Kerja terus dilakukan dari tingkat nasional hingga daerah.

Itu pun dikerjakan Tim Kampanye Daerah (TKD) atau tim sukses (Timses) Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Jawa Timur (Jatim).

Mereka terus merapatkan barisan. Dikomandoi eks Kepala Polda Jatim, Machfud Arifin, Timses Jokowi di Jatim menggelar rapat koordinasi dan deklarasi yang diikuti ratusan orang, di Surabaya, Selasa (25/9/18).

“Alhamdulillah, hari ini seluruh komponen TKD Jatim berkonsolidasi. Kami membahas detil isu per isu untuk mencapai target 70 persen kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Jatim,” ujar Machfud.

Dengan gotong royong seluruh tim, Machfud optimistis target itu bisa digapai. “Ibaratnya, dulu nomor 2 saja Pak Jokowi bisa menang, apalagi sekarang nomor 1,” katanya lagi.

Cukup sederhana

Seperti diketahui, pada Pilpres 2014, Jokowi mendapat nomor urut 2. Adapun pada Pilpres 2019, Jokowi mendapat nomor urut 1.

Disebut Machfud, strategi mengampanyekan Jokowi sebenarnya cukup sederhana, yaitu tinggal menyampaikan berbagai keberhasilan Jokowi yang sudah dirasakan rakyat.

“Kemiskinan turun drastis lho, tinggal satu digit, di posisi 9,82 persen, ini terendah sepanjang sejarah karena sebelumnya selalu dua digit. Rakyat merasakan kerja-kerja Pak Jokowi,” tambahnya.

“Berton-ton emas diambil dari Papua, tapi jalan-jalan di sana baru terbentang mulus lewat Trans Papua sejak kapan? Mulai 2014 digeber. Itu eranya Pak Jokowi,” tegas Machfud.

Kinerja Jokowi itu, kata Machfud, juga akan dibumikan dalam konteks masyarakat Jatim untuk membangun kedekatan isu dengan pemilih di provinsi ini. Misalnya, soal pembangunan jalan tol di Jatim, embung-embung baru untuk mendukung pertanian, hingga kemajuan desa lewat dana desa.

“Begitu juga soal sertifikasi tanah untuk membantu rakyat, di Jatim ini Pak Jokowi menargetkan bisa menerbitkan 1,57 juta sertifikat tanah untuk rakyat tahun ini. Ya dengan kerja itu saja sudah jadi kampanye, jadi kami fokus di sana saja. Kampanye hitam kami jawab dengan kinerja Pak Jokowi,” papar pria kelahiran Surabaya tersebut

Dia menambahkan, salah satu kekuatan yang bakal dioptimalkan untuk memenangkan Jokowi-Amin adalah gerak seluruh caleg dari partai pendukung.

“Totalnya ribuan caleg, baik DPR, DPRD Provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan mengampanyekan Jokowi, akan menguntungkan caleg karena besarnya kepuasan publik terhadap Pak Jokowi,” ujarnya.

Dalam rapat itu, semua anggota tim sepakat untuk saling mengingatkan agar selalu taat aturan dalam berkampanye.

“Pak Jokowi orang yang taat hukum, wong pemberian dari tamu seperti gitar atau suvenir selalu beliau kembalikan ke lembaga hukum, maka pendukungnya harus meneladani beliau,” ujar Machfud.

Sesuai harapan Megawati

Sebelumnua di Jakarta, Sekjen DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto menyatakan, partainya menyambut gembira dan bersyukur atas nomor urut 1 yang diperoleh pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Nomor 1 dianggap sarat dengan pesan sejarah untuk menjaga NKRI dengan hanya satu dasar Pancasila.

Kata Hasto, nomor itu sesuai dengan harapan yang pernah disampaikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Tiga hari yang lalu, Ibu Megawati Soekarnoputri menyampaikan harapannya untuk mendapatkan nomor 1. Maknanya sangat jelas, Pak Jokowi 1 periode lagi dan terdepan di dalam memerjuangkan kemajuan Indonesia Raya‎,” kata Hasto, Jumat (21/9/18) malam.

Hasto pun sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Jokowi dalam pidato singkatnya setelah acara pengambilan nomor urut. Jokowi menyebut, Prabowo dan Sandiaga Uno merupakan sahabat lama.

“Pernyataan ini adalah suara mata hati Pak Jokowi. Sangat menyejukkan. Bahkan ajakan Pak Jokowi untuk berkontestasi politik dengan beradu kontestasi program, adu gagagasan, adu ide, adu rekam jejak, dan adu prestasi, adalah awal yang sangat positif,” katanya.

Jauhkan saling menghina

Selain itu, Jokowi juga menyerukan agar menjauhkan fitnah dan sampai saling menghina. Kata Hasto, hal itu merupakan sebuah ajakan yang genuine, dari lubuk hati paling dalam. Karena itulah PDI-P berharap agar semua pihak, khususnya seluruh tim kampanye, memiliki komitmen yang sama dengan ajakan Jokowi tersebut.

“Marilah kita wujudkan Pilpres dan Pileg sebagai pendidikan politik yang membawa kegembiraan bagi seluruh anak bangsa,” katanya lagi.

Secara internal, kata Hasto, pihaknya juga akan mengatur mekanisme di internal agar tidak melanggar aturan kampanye. Hasto menambahkan, pihaknya meminta KPU dan Bawaslu berperan aktif dan fair dalam Pemilu 2019.

“Imbauan Pak Jokowi untuk adu gagasan, ide dan jauhi fitnah, akan jadi catatan untuk kedua timses paslon,” kata Hasto Kristiyanto. (B-BS/jr — foto ilustrasi istimewa)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles