-3.2 C
New York
Tuesday, February 24, 2026

Buy now

spot_img

Visioner !!! Menristekdikti: Empat tahun Jokowi, Prodi kekinian berkembang pesat, ‘smart techology’ sebelumnya tidak ada

BENDERRAnews, 27/10/18 (Jakarta): Demi menjawab tantangan global, perguruan tinggi harus menyiapkan sumberdaya manusia yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Dalam hal ini, program studi (Prodi) yang dibuka Perguruan Tinggi (PT) harus mengikuti perkembangan zaman.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Prodi visioner atau kekinian ini mendapatkan perhatian khusus Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti),” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Ia mengemukakan itu  saat jumpa pers ‘Memperingati Capaian 4 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang bertemakan; Peningkatan Kesejahteraan, Kebijakan Afirmatif, Kebudayaan, serta Prestasi Bangsa’ di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Jumat (26/10/18) kemarin.

Prodi Animasi

Dia menjelaskan, salah satu program studi visioner yang menjawab perkembangan zaman adalah Animasi. Prodi ini sangat dibutuhkan industri perfilman Indonesia.

Disebutkan juga, program studi ini telah didirikan di beberapa perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, seperti di Institut Teknologi Bandung (ITB), Isntitut Senin Indonesia (ISI) Yogyakarta, Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta, Universitas Dian Nuswantoro dan Politeknik Batam.

Nasir menambahkan, dalam mendukung pembukaan Prodi yang kekinian, Kemristekdikti telah mengubah nomeklatur. Ini penting, sehingga PT lebih mudah mengajukan Prodi tanpa halangan regulasi. Bahkan Nasir telah mencabut nomenklatur yang menghambat itu sejak 2017.

Hal itu dibuktikan dengan perubahan Prodi yang sudah banyak dilakukan PT. “Berdasarkan data Kemristekdkti ada 100 prodi baru,” kata kata mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Teknologi cerdas

Menteri mencontohkan, smart techology atau teknologi cerdas yang sebelumnya tidak ada. Tetapi sekarang telah ada di beberapa PT.

Nasir juga menyebutkan, PT, baik negeri maupun swasta antusias mendirikan Prodi baru kekinian.

Dia menujuk berdirinya Prodi Pengelolaan Perkebunan Kopi. Prodi ini diusulkan oleh Universitas Gajah Putih di Aceh.

“Prodi ini sangat tepat dikembangkan di Aceh karena provinsi ini terkenal akan produk kopinya,” kata dia.

Prodi film

Selain itu, Prodi visioner yang diusulkan PT dan telah disetujui, yakni Prodi Film, Prodi Teknologi Pulp dan Kertas, Prodi Informatika Medis, Prodi Teknik Mekatronika dan Prodi Sains Data.

Kemenristekdikti juga memberikan rekomendasi kepada perguruan tinggi untuk membuka Prodi Sains Perkopian, Prodi Ekonomi Perkopian, Pendidikan Barista, Prodi Meme dan Prodi visioner lainnya yang sangat dibutuhkan industri.

Nasir menuturkan, kebanyakan Prodi ini berada di PTS, sedangkan PTN relatif masih sedikit jumlahnya. Untuk PTN, kata Nasir, akan dibuka bukan pada level konsentrasi. Contoh Prodi Informatika mengambil konsentrasi ke Digital Ekonomi.

Regulasi dosen

Terkait regulasi dosen yang dinilai memberatkan, Nasir janji akan dipermudah dengan skema pendidikan jarak jauh (PJJ).

Sementara Plt Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemristekdikti, Intan Ahmad mengatakan, secara kurikulum memang nama Prodi kebanyakan masih yang lama. Tetapi secara substansi, Prodi telah mengarah pada tuntutan zaman.

Disebut Intan, untuk mengubah konsentrasi merupakan tugas dosen. Dalam hal ini, dosen harus selalu memperbaharui materi kuliah. “Jadi meski dari judul atau namanya sama, dalamnya telah berubah total. Semisalnya Biologi, nanti ada Biologi Molekular atau lainnya yang mengarah pada perubahan,” ujarnya.

Intan Ahmad menambahkan, apabila semua PT berlomba-lomba membuka Prodi baru tanpa mengembangkan yang sudah ada, akan menjadi masalah baru. Pasalnya, dengan perubahan teknologi begitu cepat, lima atau 10 tahun mendatang Prodi yang dianggap sangat dibutuhkan saat ini belum tentu dibutuhkan lagi. Demikian ‘Suara Pembaruan’ melansir. (B-SP/BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles