12.2 C
New York
Friday, April 10, 2026

Buy now

spot_img

Testimoni !!! Wasiat pendiri PKS soal PDI-P: “Tuduhan PDI-P menjaga jarak dengan Islam tidak benar, hanya fitnah..”

BENDERRAnews, 28/11/18 (Jakarta): Beberapa waktu lalu, saat sibuk-sibuknya para politisi dan mereka yang baru mau berpolitik ramai-ramai mengurus berkas pencalonan untuk anggota legislatif, ada sebuah berita cukup menghebohkan.

Yakni, Almarhum KH Yusuf Supendi, pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ternyata menjadi calon anggota legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Dan ternyata almarhum meninggalkan kenangan wasiat sebelum meninggal dunia pada 3 Agustus 2018.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDI-P yang juga Ketua MPR, Ahmad Basarah dengan putri Yusuf, Azmah Shoobiroh, Selasa (27/11/18) kemarin.

Pada pertemuan itu, kata Basarah, dirinya dan Azmah membuka banyak kenangan terhadap sosok alm KH Yusuf Supendi tersebut, termasuk dengan melihat 12 bagian rekaman video Yusuf sebelum wafatnya.

“Pada rekaman itu, almarhum menyampaikan sikapnya dengan pemikiran yang jernih. Dia menggambarkan pencapaian kebijaksanaan yang sempurna,” kata Basarah dalam keterangan di Jakarta, Rabu (28/11/18), seperti dilansir ‘BeritaSatu.com’.

“Testimoni KH Yusuf Supendi secara khusus sudah kami tayangan di kanal Youtube sesuai dengan pesan almarhum pada saat wawancara dilakukan, hanya beberapa hari sebelum beliau wafat,” ujar Basarah.

Berikut tayangan video alm KH Yusuf Supendi itu:

Banyak sahabat di ‘kandang banteng’

Sementara, Azmah mengatakan, selama ini dirinya mendampingi ayahnya. Pada saat-saat akhir hidupnya, alm Yusuf Supendi banyak bercerita soal alasannya bergabung ke PDI-P. Ternyata, ujar Azmah, Kiai Yusuf ingin berdakwah di partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu.

“Beliau banyak menceritakan ke saya mengapa bergabung ke PDI-P. Almarhum abi (bapak) benar-benar ingin berdakwah di ‘kandang banteng’. Sikap almarhum tersebut setelah melalui kajian yang lama dan kebetulan sahabat-sahabat beliau juga banyak berasal dari PDI-P,” ujar Azmah.

Wafatnya Yusuf membuat PDI-P harus mengganti posisi lowong pada daftar Caleg. Penggantinya ialah putri kandung alm Yusuf sendiri, yakni Azmah.

Dia menjadi Caleg PDI-P dengan daerah pemilihan Kabupaten Bogor pada nomor urut 2.

“Upaya almarhum abi (bapak, Red) untuk berdakwah di ‘Kandang Banteng’ saya teruskan. Saya melihat sendiri, tuduhan bahwa PDIP menjaga jarak dengan Islam sama sekali tidak benar dan hanya merupakan fitnah yang keji,” kata Azmah.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih, karena ternyata menjadi Caleg PDI-P memang dipersiapkan dengan baik melalui Sekolah Partai. “Ideologi Pancasila dan strategi pemenangan Pemilu diajarkan dengan cara gotong royong dan bermartabat,” ujar Azmah Shoobiroh dengan penuh semangat. (B-BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles