BENDERRAnews, 10/1/19 (Jakarta): Laksamana Muda TNI Willem Rampangilei, perwira tinggi TNI-AL lulusan dari Sepawamil tahun 1980, telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rabu (9/1/19) kemarin.
Laksda TNI Pur Willem Rampangilei meninggalkan dua pesan kepada seluruh anggota Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelum meninggalkan jabatannya sebagai Kepala BNPB tersebut.
Dua pesan tersebut disampaikan dalam acara serah terima jabatan Kepala BNPB di gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (9/1/19).
Pesan tersebut berisi seruan pada seluruh anggota BNPB untuk terus meningkatkan kinerja dan mendukung Kepala BNPB yang baru, yaitu Letjend TNI Doni Monardo.
Selain itu, Kepala BNPB periode 2015-2019 itu juga berpesan jangan pernah lelah dan bosan dalam mewujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang tangguh dalam menghadapi bencana.
“Teruslah buktikan kehandalan BNPB dalam tugas-tugas kemanusiaan,” ujar Willem Rampangiley yang lahir 9 September 1955, dan memiliki pengalaman hebat dalam penanganan sejumlah bencana besar, serta punya latar akademi serta militer bagus, di dalam maupun luar negeri.
Sebagaimana diketahui, Kepala BNPB, Letjend TNI Doni Monardo dilantik di Istana Negara beberapa sesaat sebelum acara serah terima jabatan tersebut berlangsung.
Kepala BNPB yang baru tersebut memiliki track record yang cukup baik di TNI AD.
Ia pernah menjabat sebagai Danpaspampres, Danjen Kopassus, Pangdam XVI Pattimura, Pangdam III Siliwangi, dan Sekjen Wantannas. Demikisn ‘Tribunnews.com’ melansir.
Status Kepala BNPB
Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto mengaku belum membaca detil soal Keputusan Presiden (Kepres) yang menangangkat Letjen Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB). Wiranto belum tahu detil status Doni yang saat ini masih perwira TNI aktif dengan pangkat Letnan Jenderal atau bintang tiga.
Dia juga belum tahu, apakah BNPB ke depan di bawah koordinasi Menko Polhukam atau di Kemko PMK. Pihaknya masih harus baca detail soal Kepres yang baru dibuat untuk pengangkatan Doni.
“Nanti kita tunggu keputusan yang baru. Saya kan belum baca, kalau sudah baca tentu saya bisa memberi penjelasan secara detail,” kata Wiranto di Jakarta, Rabu (9/1/19).
Ia hanya mengingatkan tugas BNPB saat ini sangat berat. Hal itu karena makin seringnya bencana alam yang harus ditangani segera. Dalam konteks seperti itu, perlu ada rencana baru agar penanganan bencana bisa cepat.
“Tugas BNPB sekarang kan cukup berat. Dengan banyaknya bencana ini maka perlu adanya suatu pengorganisasian yang baru. Perlu ada suatu rencana rencana yang baru, terutama koordinasi dengan berbagai kementerian atau lembaga yang harus kita perketat. Karena kalau bencana itu kan penanganannya butuh kecepatan butuh ketepatan, butuh suatu koordinasi yang cepat,” jelas Wiranto, seperti dilansir Suara Pembaruan dan ‘BeritaSatu.com’. (B-TN/SO/BS/jr)



