-3.6 C
New York
Wednesday, February 25, 2026

Buy now

spot_img

Vital !!! Spesialis Siloam: Jantung berdetak 60 – 100x per menit, ada teknologi ganti katup tanpa operasi

BENDERRAnews, 2/3/19 (Jakarta): Wakil Ketua Siloam Heart Institute, dr Antono Sutandar, Sp.JP-K, memaparkan, jantung merupakan organ tubuh vital yang bertugas menerima dan memompa darah ke seluruh tubuh.

Normalnya, menurut spesialis ini, jantung manusia berdetak 60 sampai 100 kali setiap menitnya. Namun, bertambahnya usia dan gaya hidup membuat fungsi jantung kadang tidak berfungsi normal.

Salah satu masalah yang kerap terjadi pada jantung ialah penyempitan pada katup aorta atau stenosis aorta. “Katup aorta adalah  katup yang dilewati saat darah dari jantung mengalir ke seluruh tubuh,” ungkapnya.

Seiring dengan semakin memberatnya kelainan katup jantung, menurut Antono, obat-obatan tidak dapat lagi meringankan kerja jantung yang semakin memberat.

“Sampai saat ini, obat–obatan hanya dapat meringankan gejala kelainan katup jantung, tetapi tidak dapat membereskan kelainan katup,” kata dokter Antono Sutandar, Sp.JP-K dalam keterangan tertulis, sebagaimana dilansir BeritaSatu.com, di Jakarta, Sabtu (2/3/19).

Operasi katup jantung

Dokter Antono melanjutkan, operasi katup jantung akan menjadi pilihan utama untuk mengatasi masalah ini.

Seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran dan peralatan medis, penggantian katup jantung dapat dilakukan melalui kateter atau biasanya disebut Transcatheter Aorta Valve Implantation (TAVI).

TAVI, jelas Antono, merupakan terobosan terbaru untuk menangani kelainan katup jantung, khususnya katup aorta.

“Metode ini memungkinkan implantasi katup aorta tanpa dilakukan pembedahan, tetapi hanya menggunakan kateter yang dimasukan melalui pembuluh darah besar di area pangkal paha,” urainya.

Metode minimal invasif ini, juga menjadi solusi pada orang-orang yang dianggap berisiko menengah sampai tinggi. Khususnya pasien di atas 80 tahun untuk dilakukan operasi penggantian katup secara konvensional.

Risiko lebih rendah

Dijelaskan juga, tindakan TAVI memiliki risiko tindakan yang lebih rendah. Juga proses pemulihan lebih cepat dibandingkan operasi penggantian katup konvensional.

Tindakan ini, menurutnya, harus dilakukan oleh tim jantung.

“Yakni yang melibatkan dokter jantung intervensi, dokter jantung untuk melakukan tesTrans-Esophageal Echocardiography (TEE), yaitu alat endoskopi yang dimasukkan melalui mulut menuju kerongkongan (esofagus) untuk menangkap gambar struktur jantung secara rinci tanpa terhalang gambar dada dan paru-paru. Juga dibutuhkan dokter spesialis anastesi jantung, dan dokter bedah jantung,” jelasnya lagi.

Antono menambahkan, jantung yang berukuran hampir sebesar kepalan tangan terbagi menjadi empat ruangan.

“Yaitu atrium kanan dan kiri, serta ventrikel kanan dan kiri. Jantung juga dilengkapi dengan empat katup jantung yang akan membuka dan menutup seirama dengan detak jantung untuk memastikan aliran darah berjalan ke arah yang benar. Salah satunya adalah katup aorta,” katanya.

Faktor usia

Stenosis aorta atau penyempitan katup aorta prevalensinya akan meningkat seiring bertambahnya usia.

“Prevalensi stenosis aorta adalah 0,2 persen pada usia 50 tahun sampai 59 tahun, satu persen pada usia 60-69 tahun, empat persen pada usia 70-79 tahun, dan mencapai kurang lebih 10 persen pada usia 80-89 tahun,” tuturnya.

Jika stenosis aorta terjadi sebelum usia 50 tahun, seringkali ini disebabkan oleh penyakit katup jantung rematik. Yakni disebabkan oleh peradangan kronis katup jantung kiri.

Normalnya, katup aorta terdiri dari tiga daun katup (tricuspid valve).

“Jika katup aorta hanya memiliki dua daun katup (bicuspid valve) ataupun satu daun katup (unicuspid valve) karena kelainan sejak lahir, maka stenosis aorta akan terjadi lebih cepat,” katanya.

Dijelaskan juga, stenosis aorta umumnya akan membuat otot jantung kerja lebih berat. Sebab, jantung harus memompa darah melalui pintu yang sudah mengecil untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Jika kondisi ini dibiarkan, penyempitan katup akan semakin memberat dan akhirnya pasien dapat mengalami gagal jantung.

Pasien yang melalukan operasi penggantian katup jantung, sebesar tujuh hingga 10 persen berusia di bawah 50 tahun.

“Sementara 2/3 lainnya disebabkan karena bicuspid valve, sebanyak 1/3 disebabkan oleh unicuspid valve, 40 persen berusia 50-70 tahun, 2/3 mempunyai bicuspid valve, dan 1/3 tricuspid valve yang menua lebih cepat karena perkapuran daun katup (aortic sclerosis). Sedangkan 50 persen berusia di atas 70 tahun, 60 persen mempunyai perkapuran tricuspid valve dan hanya 40 persen mempunyai bicuspid valve,” ungkapnya.

Pasien yang sudah terdiagnosis memiliki stenosis aorta derajat sedang, penyempitan akan menjadi semakin berat seiring dengan berjalannya waktu.

“Data menunjukan, kemungkinan terjadinya keluhan seperti sesak napas bahkan sampai meninggal pada pasien dengan stenosis aorta derajat berat sebanyak tujuh persen, 38 persen dan 74 persen sesudah penyakitnya berlangsung masing masing selama satu tahun, tiga tahun serta lima tahun”, ujarnya.

Saat pasien terdiagnosis stenosis aorta derajat berat, demikian dokter Antono, sekitar 60 sampai 80 persen pasien akan mengalami keluhan sesak napas, bahkan meninggal dalam dua tahun. (B-BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles