BENDERRAnews, 18/3/19 (Kendari): Memperingati Hari Ginjal Sedunia pada tanggal 14 Maret 2019, Siloam Hospitals Buton, di Kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara, Sabtu (16/3/19) akhir pekan lalu, menggelar media gathering bertema “Sayangi Ginjal Anda”.
Sebagaimana rilis Tim Media Siloam Hospitals Group, kegiatan ini menampilkan nara sumber utama, dokter Denny Emilius selaku Resident Medical Officer.
Ia memaparkan, hidup sehat saat ini sudah merupakan tren di kalangan umum urban. Sebab, banyak keuntungan yang bisa diperoleh, khususnya untuk menjaga kesehatan organ-organ tubuh.
Salah satu penyakit kronis yang kerap diderita kaum urban, menurutnya, ialah ginjal kronis. Disebutkan, ini merupakan salah satu masalah kesehatan global.
Dijelaskan lagi, penyebab paling umum dari penyakit ginjal ialah diabetes dan hipertensi yang timbul dari gaya hidup malas bergerak, perubahan diet atau kebiasaan pola makan salah dan bertambahnya usia.
Jagalah fungsi ginjal
Lebih dalam diuraikan oleh dokter Denny, pembahasan materi ini, yaitu, mengenai pentingnya menjaga fungsi ginjal dan mengontrol tekanan darah serta diabetes dalam mencegah progresivitas kerusakan pada ginjal.
“Untuk mencegah penyakit yang menyebabkan kerusakan organ tubuh, setiap orang mulai kini harus sadar akan makanan sehat dan pentingnya rutin berolahraga”, sarannya.
Diungkapkan, kasus pasien gagal ginjal meningkat seiring berjalannya waktu. “Setiap bulan muncul empat sampai lima kasus, yang mana sampai saat ini ada ratusan pasien yang terdiagnosa mengalami gagal ginjal, dan puluhan pasien (40-an) yang melakukan cuci darah rutin setiap bulannya di Siloam Hospitals Buton (SHBN)”, tambahnya.
Pemicunya, lanjutnya, disebabkan oleh faktor tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan penggunaan obat-obatan jangka panjang bersifat nefrotoksik. “Selain itu, adanya faktor bawaan yang sudah lanjut usia dan adanya kista pada ginjal, bahkan genetik,” ungkapnya.
Gejala yang timbul pada umumnya saat pasien datang ke rumah sakit dengan kondisi sesak nafas, muntah-muntah, bengkak pada pergelangan kaki, serta didapatkan anemis atau kadar HB menurun. “Kemudian diikuti dengan hasil pemeriksaan ureum dan kreatin yang menunjukkan ke arah fungsi ginjal yang menurun”, jelasnya.
Untuk itulah, pihak SHBN ikut berperan dalam melakukan pencegahan. “Yaitu; seperti melakukan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga ginjal, dan pentingnya untuk rutin memeriksakan diri ke dokter dalam mengevaluasi fungsi ginjal,” demikian dokter Denny Emilius. (B-r/jr/jr)



