BENDERRAnews, 2/6/19 (Jakarta): DPP GPPMP menyatakan, nilai-nilai Pancasila seyogianya harus menjadi pedoman moral, etika dan pola pikir pada semua anak bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Karena itu, demikian DPP Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP), Pancasila harus diimplementasikan dan dibumikan pada semua produk hukum serta kebijakan. Baik termaktub di dalam undang-undang, peraturan pemerintah maupun turunannya.
Pernyataan resmi DPP GPPMP ini dikeluarkan pada hari Sabtu (1/6/19) bertepatan dengan Hari Lahirnya Pancasila.
Dakam pernyataan yang ditandatangani Ketum DPP GPPMP, Jeffrey Rawis dan Sekjen, Teddy Matheos itu ditegaskan pula, cengkraman Pancasila terhadap Bhineka Tunggal Ika harus dapat dijaga sebagai bentuk warna keindahan dalam perbedaan dan keragaman.
“Artinya, para pemeluk agama dan penghayat kepercayaan dilindungi oleh konstitusi tanpa ada unsur paksaan,” tegas Ketua Harian DPP GPPMP, Rudy Sumampouw.
Mometum rajut persatuan
Secara terpisah, Komite Relawan Nasional Indonesia (KORNI) menginginkan peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni tahun ini dapat menjadi momentum untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa.
Semangat ini untuk membangun bersama-sama masa depan Indonesia yang maju dan sejahtera. “Kita sudah menyelesaikan Pemilu 2019 yang berjalan sukses dan lancar. Meskipun sebelumnya ada perbedaan pilihan, kita harus mulai bersatu kembali melangkah ke depan demi kemajuan bangsa dan negara,” kata Ketua Umum KORNI, M Basri BK di Jakarta, Sabtu (1/6/19) kemarin, seperti dilansir BeritaSatu.com.
Ditegaskan pula, KORNI menolak segala macam bentuk paham radikal atau aliran yang mengarah pada gerakan untuk mengganti NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Untuk itu, membangun kerukunan dan toleransi antar umat beragama harus selalu dibina dan dilestarikan.
KORNI pun menekankan kepada semua warga negara Indonesia harus terus berkomitmen dan berintegritas diri untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. “Bagi yang tidak dapat menerima Pancasila, dipersilahkan menjadi warga negara lain,” tegas Basri.
Sebab, Pancasila bersifat universal, logis, dan dapat dipakai untuk mewujudkan cita-cita yang tertuang dalam Proklamasi dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. “Pancasila abadi pada bangsa Indonesia adalah satu kata kunci sebagai bentuk keabadian bangsa dan negara Indonesia, atas anugrah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” lanjutnya.
Ketum KORNI menambahkan, ada banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat Indonesia untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. “Selain menggelar kegiatan yang positif, bisa juga memberikan ucapan yang baik di medsos, seperti menyampaikan motivasi atau kutipan tokoh sejarah nasional. Jadi, tidak menyebarkan hoaks. Ini yang penting juga bagi generasi milenial kita,” demikian M Basri BK. (B-BS/jr — foto ilustrasi istimewa)



