BENDERRAnews, 9/6/19 (Cikarang): Kota modern bernama Meikarta memang benar-benar sebuah fenomena baru properti nasioal. Pasalnya, pembangunan konstruksinya yang cepat dan target tepat, membuat kota serba dimensi ini terus mendapat perhatian khalayak.
Misalnya saja, banyak berjarak kurang dari setahun pasca-‘launching’, Meikarta sudah melakukan topping off beberapa tower (menara) mewah. Sebagaimana terjadi pada akhir Oktober 2017) lalu . Yakni, termasuk dua tower apartemen di Central Business District (CBD) Meikarta, Cikarang, Jawa Barat.
Kedua tower apartemen itu bernama Irvine Suites dan Westwood Suites yang bernilai sekitar Rp1 triliun. Masing-masing tower terdiri dari 32 lantai dan secara total ada sekitar 900 unit. Harga perdana setiap unitnya Rp 700 jutaan.
Pihak Meikarta mengungkapkan, pembelinya merupakan pemakai dan juga investor, karena di daerah tersebut banyak ekspatriat, yang 65 persen-nya berasal dari Jepang.
Para pembeli yang kebanyakan investor ini berharap mendapatkan keuntungan dari pembeli atau penyewa, yakni orang asing dan bekerja di kawasan industri Cikarang.
Beberapa bulan kemudian, dua lagi tower di kawasan itu melakukan serah terima kunci kepada para penghuni.
Kawasan prospektif
Manajemen menjamin, kawasan CBD Meikarta ini bernar-benar prospektif, karena jumlah orang asing akan terus bertambah. Tentunya ini potensial menambah nilai investasi properti di daerah Cikarang.
Sesuai perhitungan, para ekspatriat ini memberikan pengembalian investasi atau return of investment (ROI) lebih dari 20 persen.
Disebutkan, ini bukan hanya tempat yang diincar untuk tinggal, karena cepat berkembangnya, didukung oleh banyaknya pabrik atau ada future plan prospektif, sehingga apartemen Meikarta merupakan produk investasi juga.

Menunjang ekonomi nasional
Pihak Meikarta dalam rilisnya mengungkapkan pula, kehadiran Kota Meikarta dengan beragam kawasan bisnisnya, tidak hanya sebagai kompleks apartemen dan kota mandiri. Tetapi juga untuk menunjang kegiatan ekonomi nasional.
Sebab, Meikarta terletak di wilayah Cikarang, di mana terdapat tujuh kawasan industri, misalnya Delta Mas, Delta Silicon, Jababeka, dan MM2100. Kawasan industri itu antara lain terdiri dari pabrik otomotif yang memproduksi sekitar satu juta mobil dan 10 juta sepeda motor setiap tahun.
Ada juga pabrik lain yang menghasilkan sejumlah produk, semisal elektronik, peralatan rumah tangga, suku cadang otomotif, farmasi, plastik, makanan dan minuman kecil, serta berbagai macam barang kebutuhan hidup sehari-hari.
Karena itu pihak pengembang membangun fasilitas modern kelas dunia, sebuah kota modern yang lengkap dan menjadi manfaat bagi ekonomi nasional. Jadi, suatu kehidupan yang akan meningkatkan pereknomian di koridor ini.
Untuk meningkatkan industri yang berbiaya efisien, seharusnya tempat kerja atau pabrik dekat dengan tempat tinggal sehingga akan menghemat bahan bakar dan mengurangi polusi.
Para pekerjanya pun akan jadi lebih produktif karena tidak banyak membuang waktu, tenaga, dan pikiran di perjalanan menuju dan pulang dari tempat kerja.
Dengan demikian, diharapkan kehadiran Meikarta bisa membantu rencana pengembangan daerah industri Cikarang sebagai kawasan bisnis baru di wilayah timur Jakarta, sekaligus mendongkrak kegiatan perekonomian nasional. Demikian KompasProperti. (B-KP/jr — foto ilustrasi istimewa)



