-0.2 C
New York
Tuesday, February 24, 2026

Buy now

spot_img

Wuauw !!! Ilmuwan Tiongkok lari ke Amerika: “Covid-19 dibuat di Laboratorium Militer Partai Komunis

BENDERRAnews.com, 4/8/20 (Washington): Seorang ilmuwan terkemuka Tiongkok,  Dr Li Meng Yan, melarikan diri ke Amerika Serikat.

Dr Li kemudian membeberkan, virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 berasal dari laboratorium militer Partai Komunis Tiongkok. Dia bilang virus itu bukan berasal dari pasar basah di Wuhan seperti yang dikatakan pemerintah Beijing.

Dr Li Meng-Yan, seorang spesialis virologi di Hong Kong’s School of Public Health sempat membuat heboh ketika dia tiba di Amerika dan menuduh pemerintahnya menutup-nutupi pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, dirinya sudah “dengan jelas menilai”, virus corona baru diciptakan di laboratorium yang terhubung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Namun, Beijing telah membantah tuduhan itu.

Pasar Wuhan cuma umpan

Berbicara dalam wawancara langsung dengan Taiwan News Agency Lude Press, Yan mengatakan; “Pada waktu itu, saya dengan jelas menilai bahwa virus itu berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China.”

“Pasar basah Wuhan hanya digunakan sebagai umpan,” katanya lagi.

Dia menekankan, ketika dia melaporkan temuannya kepada atasannya, ia tidak dianggap serius dan diabaikan.

Pada titik itu, dia mengklaim, mustahil baginya untuk melaporkan penemuan itu ke tingkat tinggi Partai Komunis Tiongkok.

“Saya tahu bahwa begitu saya berbicara, saya bisa menghilang kapan saja, sama seperti semua pemrotes yang berani di Hong Kong,” ujarnya, yang dilansir Senin (3/8/20) waktu setempat. “Saya bisa menghilang kapan saja. Bahkan nama saya tidak akan ada lagi.”

Dia mengklaim, itu merupakan tanggung jawabnya untuk mengeluarkan informasi sebelum “menghilang”.

Dr Yan menunjukkan, dia telah dibesarkan dan dididik di bawah rezim Partai Komunis Tiongkok dan tahu hal-hal apa yang akan dilakukan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Namun, dia tidak berani menebak seberapa rendah Partai Komunis Tiongkok akan membungkuk.

Ahli virologi ini berjanji, dia akan terus mengatakan yang sebenarnya tentang rezim Bejing dan pandemi Covid-19.

Dengan harapan mempercepat pemahaman dunia luar tentang rezim dan membantu orang-orang Tiongkok untuk menggulingkannya.

Pelarian untuk sebar pesan kebenaran

Sebelum berbicara, dia melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) pada bulan April dari Hong Kong karena khawatir akan keselamatannya.

Berbicara kepada Fox News awal bulan lalu, dia mengklaim, memilih untuk pergi karena tahu bagaimana otoritas Tiongkok memperlakukan pelapor untuk menyembunyikan epidemi.

Dia menekankan, pelariannya untuk menyampaikan pesan kebenaran tentang Covid-19 kepada dunia.

Yan mengatakan, dia merupakan salah satu ilmuwan pertama di dunia yang mempelajari virus corona.

Dia diduga diminta oleh atasannya di laboratorium rujukan Universitas/WHO, Dr Leo Poon, untuk melihat cluster aneh kasus mirip SARS yang terjadi di Wuhan pada akhir Desember 2019.

“Pemerintah Tiongkok menolak untuk membiarkan para ahli di luar negeri, termasuk yang di Hong Kong, melakukan penelitian di Tiongkok,” ujarnya.

“Jadi saya menoleh ke teman-teman saya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.”

Diam dsn berhati-hati

Sesudah mempresentasikan temuannya, Dr Li mengklaim, atasannya pada awalnya menyarankannya untuk melanjutkan penyelidikan. Tetapi kemudian dia berkata untuk “tetap diam dan berhati-hati”.

Menanggapi klaim tersebut, juru bicara Hong Kong’s School of Public Health mengatakan, Dr Li Meng Yan saat ini bukan karyawan.

“Dr Li Meng Yan tidak lagi menjadi anggota staf universitas,” kata juru bicara kampus tersebut.

“Karena menghormati karyawan kami yang sekarang dan mantan, kami tidak mengungkapkan informasi pribadi tentang dia. Pemahaman Anda sangat dihargai.” Demikian Sindonews.com. (B-SN/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles