21 C
New York
Tuesday, May 26, 2026

Buy now

spot_img

Berbahaya !!! Jokowi minta hentikan saling fitnah, kader ulama harus kembangkan sikap berprasangka baik

BENDERRAnews, 8/8/18 (Bogor): Memberikan sambutan pada Pembukaan Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8/18), Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengingatkan kepada para kader, agar terus menyebarkan kebaikan lewat dakwah, serta menghindari saling fitnah dan menjelekkan.

“Kita jangan sampai berprasangka buruk dan menyebarkan fitnah. Sangat berbahaya bagi bangsa sebesar Indonesia,” kata Jokowi di forum Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Tegar Beriman Pemerintah Kabupaten Bogor, Cibinong.

Jokowi mengakui dirinya sering menjadi sasaran fitnah dan bahkan dituding sebagai anggota PKI. Padahal, menurutnya, sangat gampang mengecek siapa dirinya sebenarnya.

“Sekarang gampang sekali mengecek saya, Presiden Jokowi itu siapa? Gampang sekali. Cek di masjid di dekat rumah saya di Solo, cek di masjid dekat rumah orang tua saya atau di rumah kakek nenek saya, siapa mereka. Tidak ada yang bisa ditutupi sekarang. Ini zaman keterbukaan,” katanya.

Banyak ujaran kebencian

Jokowi mengaku sedih jika melihat media sosial (Medsos) yang isinya banyak mengenai kabar bohong dan ujaran kebencian.

“Sedih saya baca di Medsos. Sedih. Banyak kabar bohong, banyak ujaran kebencian. Ini yang saya kira jadi tugas harus disiarkan terus,” katanya.

Disebutnya, para kader ulama harus mengembangkan sikap berprasangka baik dan menghindari saling mencela sesama anak bangsa.

“Saya titip pada kader-kader ulama, yang dikembangkan adalah husnul tafahum (berpemahaman baik), bagaimana berprasangka baik, berpikir penuh kecintaan. Ini yang harus dikembangkan, jangan sampai saling mencela, sampai memfitnah, jangan sampai menjelekkan,” tutur Jokowi, seperti dilansir ‘BeritaSatu.com’. (B-BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles