BENDERRAnews, 14/1/19 (Jakarta): Tercatat sembilan aktivis dari Keluarga Kawanua Katolik terpilih masuk dalam jajaran Pengurus Pusat Pemuda Katolik masa bakti 2018–2021, yang sejak Desember lalu kembali dipimpin oleh Karolin Margret Natasa.
Dilaporkan, pelantikan pengurus dari Keluarga Kawanua Katolik (Kawkat) itu digelar di aula Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (12/1/18) akhir pekan lalu.
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (14/1/19), ketua umum baru, Karolin didampingi Christoper Nugroho selaku Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum dipercayakan pada Ardy Susanto.
Kontribusi cukup besar dalam komposisi personalia PP Pemuda Katolik memang datang dari anggota Kawkat.
Sembilan anggota Kawkat itu ialah Michelle Wondal (Wakil Bendahara Umum), Ivan Randang (Departemen Hukum dan HAM), Jesse Thomasmore Windah (Hubungan dan Kerja Sama Luar Negeri), Alicia Maria Solangia Djilin (Hubungan dan Kerja Sama Luar Negeri), Nafalia Wowor (Hubungan dan Kerja Sama Luar Negeri), Mirabelle Wondal (Departemen Budaya dan Pariwisata), Boby Antonius Kaparang (Departemen Kepemudaan dan Olahraga), Runi Runtu (Departemen Pembinaan Organisasi), dan Grendy Tirukan (Departemen Kesehatan, Tanggap Darurat, dan Bencana).
Berani bergerak
Dalam arahannya bagi seluruh pengurus pusat yang baru saja dilantik, Karolin berharap kader Pemuda Katolik lebih berani dan banyak bergerak di bidang sosial kemasyarakatan serta meningkatkan kapasitas maupun kemampuan kader.
Ditandaskan, Kader Pemuda Katolik, terutama pengurus, harus lebih berinisiatif dan benar-benar masuk dalam dan bekerja untuk kemajuan masyarakat terutama kaum mudanya.
Menanggapi masuknya beberapa anggota Kawkat dalam kepengurusan, Michelle Wondal mengatakan, hal itu merupakan langkah baik agar pengurus Pemuda Katolik yang berasal daerah mempunyai jembatan untuk lebih peduli terhadap daerahnya.
“Pemuda Katolik akan lebih bernilai dan berarti jika organisasi ini mengakomodasi ikatan-ikatan keluarga daerah untuk masuk dalam kepengurusan,” ujar Michelle Wondal, seperti dilansir ‘BeritaSatu.com’.
“Dengan demikian, Pemuda Katolik memiliki wacana baru dalam menyikapi berbagai persoalan di daerah. Sejauh mana Pemuda Katolik memiliki pengaruh dalam masyarakat Indonesia dapat dilihat dari capaian yang telah ditargetkan. Daerah harus digelorakan mengingat pemuda menempati prosentasi yang tinggi dalam demografi Indonesia.”
Isu kebangsaan
Dia melihat, ada jarak atau relasi terputus antara kelompok muda yang berdomisili di daerah dan pemuda rantau di Ibukota atau kota-kota besar lain. Dengan demikian, penting untuk mendukung pemerintah melalui cara seperti itu, yakni menggalang hubungan erat antara pemuda asal dan rantau untuk memberdayakan organisasi agar ikut membangun daerah mereka.
Hal ini, menurutnya, sesuai dengan arahan Ketua Umum Pemuda Katolik, Karolin, yang menekankan isu kebangsaan hanya bisa dilawan jika pemudanya bersatu dan memiliki satu visi.
“Isu kebangsaan dapat diangkat dengan cara membangkitkan para pemuda rantau dari daerah asal yang sama di tempat di mana mereka sekarang berada. Kita semua yang berada di Pemuda Katolik mempunyai tanggung jawab yang sama, yakni menjaga NKRI serta memelihara Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Michelle Wondal.



