BENDERRAnews.com, 3/3/20 (Beijing): Semakin mewabahnya virus corona, mendorong Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping menyerukan agar vaksin dan obat-obatan yang efektif mengatasinya sesegera mungkin dikembangkan.
Hal ini dikatakannya saat melakukan tur inspeksi ke dua lembaga besar yang sedang meneliti pengobatan potensial untuk penyakit coronavirus baru (Covid-19) di Beijing.
Presiden Xi mengunjungi Akademi Ilmu Kedokteran Militer dan Fakultas Kedokteran di Universitas Tsinghua, Senin (2/3/20). Dalam kunjungannya itu, dia belajar tentang perkembangan vaksin, antibody, obat-obatan dan penelitian serta aplikasi alat uji cepat.
Presiden Xi mengapresiasi para ahli dan peneliti dan memimpin simposium untuk mendengarkan pandangan dan saran dari pejabat departemen dan peneliti terkait.
Sebagaimana diketahui, akibat penyebaran virus corona yang belum terkendali membuat Presiden Xi Jinping menunda lawatannya ke Jepang. Baik Beijing dan Tokyo sepakat untuk menunda kunjungan ini di tengah upaya terus-menerus untuk memerangi wabah Covid-19. Presiden Xi Jinping pada awalnya direncanakan akan melakukan kunjungan ke Jepang pada bulan April tahun ini. Demikian CGTN dan Republicworld.
Korban lebih 3.000
Jumlah pasien di Tiongkok saat ini mencapai 79.824 orang dan 2.870 orang meninggal dunia. Sementara, di luar Negeri Panda, Korea Selatan (Korsel) menjadi negara yang terbanyak kasus virus corona, yakni 3.736 orang yang terinfeksi dan 20 orang meninggal dunia.
Jumlah korban jiwa terbanyak di luar Tiongkok ada di Iran, yakni 54 orang dari 978 warga yang terinfeksi virus corona. Sementara, di benua Eropa, korban jiwa terbanyak ada di Italia, yakni 34 orang dari 1.694 orang yang terjangkit.
Di Asia Tenggara, Singapura menjadi negara terbanyak kasus virus corona, yakni 106 orang. Namun, di negara itu belum ada laporan korban jiwa akibat Covid-19. Sedangkan, Thailand melaporkan 42 kasus dengan satu orang meninggal dunia.
Kekhawatiran akan wabah virus corona juga menjalar hingga ke Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Dari total 74 kasus, pada Sabtu (29/2/2020), AS melaporkan satu korban jiwa pertama akibat penyebaran virus corona di negara itu. (B-BS/jr)



