13.1 C
New York
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img

Pengakuan !!! Nilai ‘corporate governance’ tertinggi, Lippo Cikarang masuk “Top 50 Mid Cap GCG”

BENDERA, 1/5/17 (Jakarta): Berdasarkan pernilaian ‘Indonesia Institute Corporate Directorship’, PT Lippo Cikarang Tbk berhasil masuk dalam Top 50 Mid Cap dalam hal praktik tata kelola perusahaan (‘corporate governance’).

Ini karena, berdasarkan penilaian ‘Indonesia Institute Corporate Directorship’ (IICD), Lippo Cikarang termasuk ke dalam perusahaan dengan nilai ‘corporate governance’ tertinggi tahun 2015.

Dalam keterangannya, ‘Public Relations Manager’ Lippo Cikarang, Ria Rohana Sormin, mengungkapkan, penghargaan yang diperoleh perseroan sangat penting. Sebab, penerapan ‘good corporate governance’ (GCG) akan meningkatkan kepercayaan investor kepada perseroan.

“Selama ini, Lippo Cikarang memang selalu menerapkan GCG sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Juga sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan OJK,” ujarnya di Jakarta, awal pekan lalu.

Ria menuturkan, Lippo Cikarang terus berupaya meningkatkan kualitas penerapan GCG, sehingga progresnya setiap tahun meningkat. Perseroan selalu mengikuti ketentuan yang ditetapkan OJK.

Rutin evaluasi

Selama mengikuti ketentuan OJK, secara internal Lippo Cikarang juga rutin melakukan evaluasi agar tujuan GCG tercapai. Dan dalam penerapan GCG, perseroan selalu memperhatikan transparansi, di antaranya sigap memberikan keterbukaan informasi kepada publik sesuai peraturan.

“Kami selalu buat setransparan mungkin,” jelasnya.

Dia menuturkan, perseroan berharap apresiasi yang dilakukan IICD terhadap proses GCG emiten dapat mendorong perusahaan Indonesia lebih bersaing di regional.

Penghargaan yang diberikan bakal memicu, terutama bagi Lippo Cikarang, untuk berprestasi lebih baik lagi di masa akan datang.

Ria menambahkan, penghargaan yang diperoleh perseroan tentunya berdasarkan performa, berkat perjuangan.  Penghargaan yang diperoleh menjadi bukti kerja keras perseroan selama ini untuk menerapkan GCG secara optimal.

Tema besar

Sementara itu, Kepala Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad, mengungkapkan, otoritas pernah melakukan rekapitalisasi bank yang membuat industri perbankan semakin baik.

Tetapi hal itu tidak akan ‘sustainable’ apabila tidak disertai penerapan GCG. Pencapaian yang telah diperoleh susah payah, dengan biaya mahal dapat hilang tanpa GCG yang baik.

Berdasarkan data, hal yang membuat sebuah bank gagal bukan karena kompetisi. Tetapi karena masalah GCG.

Jadi corporate governance sangat penting untuk meyakinkan keberlangsungan kegiatan usaha dan membuat keberlangsungan pembangunan ekonomi Indonesia lebih terjaga.

“Tema besar yang akan menjadi tema penting pada tahun-tahun berikutnya adalah terkait GCG. Hal itu yang akan menumbuhkan confidence dari masyarakat dan investor,” tutur Muliaman.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IICD Sigit Pramono menjelaskan bahwa penghargaan yang diberikan merupakan upaya untuk terus mempromosikan praktik-praktik corporate governance. Selain itu, untuk lebih meningkatkan kesadaran dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik kepada emiten secara lebih luas.

Pada penghargaan tahun ini, IICD memberikan penghargaan terhadap emiten dengan praktik GCG terbaik, yang masuk termasuk dalam kategori 100 emiten kedua (mid cap PLCs). Kegiatan itu diawali dengan pengumuman Top 50 Mid Cap emiten dengan skor tertinggi dalam hal corporate governance selama 2015. Demikian diberitakan ‘Investor Daily’. (B-ID/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles