BENDERRA, 13/5/17 (Manado): Ribuan massa aksi menduduki sekitar Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, dengan tujuan mengusir kembali Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI, yang melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara, hari Sabtu (13/5/17) ini.
Para aktivis massa aksi yang terdiri dari Ormas-ormas pro NKRI itu, meneriakkan yel-yel cinta Indonesia, dan menolak radikalisme.
Akibat aksi ini, terjadi kemacetan total ke arah Bandara Sam Ratulangi sejak sekitar pukul 10.30 Waktu Indonesia bahagian Tengah (Wita). Untuk masuk ke kawasan bandar udara, dengan jarak cuma sekitar 200 meter, membutuhkan waktu lebih dari 45 menit.
“Fahri Hamzah adalah antek radikalisme karena kedekatannya dengan organisasi-organisasi yang selalu mengumbar kekerasan seperti FPI. Kami Orang Minahasa tidak suka dengan kekerasan dan intoleransi. Kami cinta NKRI dan Pro Merah Putih. Kami benci Fahri dan kawan-kawan,” kata Liberty Ruru, 28 tahun, salah seorang aktivis yang ditemui BENDERRAnews.
Kendati sebelumnya telah ada imbauan dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey agar tetap tenang dan jaga citra Sulut sebagai ‘laboratorium kerukunan’, namun di depan orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai tersebut, terus terdengar kata-kata: “usir Fahri”.
Namun, mereka tetap tidak mengganggu para penumpang, termasuk puluhan turis asing yang sedang menunggu keberangkatan dengan Silk Air ke Singapura.
Beberapa kelompok massa aksi yang mayoritas berpakaian serba hitam itu kemudian menduduki pintu depan terminal keberangkatan, tetapi tetap dengan aksi damai.
“Kami tidak akan melakukan aksi anarkis. Tuntutan kami cuma satu, Fahri harus pulang. Usir dia dari Tanah NKRI di Minahasa,” tandas seorang koordinator lapangan (Korlap) melalui pengeras suara.
Wakapolda Sulut dan beberapa aparat keamanan mencoba bernegosiasi, tetapi tetap hingga pukul 14.00 Wita, suasana belum mencair. Demikian laporan dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, didukung dokumentasi foto istimewa. (B-jr)



