BENDERRA, 15/5/17 (Jakarta): Dunia saat ini sudah mengalami perubahan menuju dunia digital. Perkembangan teknologi pun semakin cepat. Terkait itu, ‘Founder’ Lippo Group, Mochtar Riady, memandang, ada peluang dari berkembangnya era digital untuk menjadi solusi dalam mengatasi persoalan kemiskinan.
Disebutkan, selama berabad-abad, kemiskinan selalu dibicarakan, tetapi tidak solusi yang jelas. Misalnya, sejak lama petani hanya menikmati sebagian kecil dari harga jual hasil pertanian. Sementara sebagian besar hasil harga jual dinikmati pedagang yang berhubungan dengan pasar.
“Tetapi dengan e-commerce, petani bisa mengalami perubahan nasib. Dengan perkembangan informasi dan teknologi, petani dapat menjual produknya langsung ke pembeli di seluruh tempat,” ujarnya seusai membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu pekan lalu.
Mochtar juga mengaku ditantang oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto untuk mengembangkan pasar digital Indonesia. Untuk mengembangkan pasar digital dalam negeri, harus dimulai dengan merangkul penjual sebanyak mungkin. Jika ingin membangun pasar digital, harus dipikirkan cara untuk mengundang minimal satu juta pedagang masuk ke pasar digital. Di situlah pasar bisa hidup.
Apabila ada pembeli, tetapi tidak ada penjual, maka pasar digital tidak akan terwujud. Maka, isunya saat ini adalah seberapa jauh pelaku industri pasar digital bersedia mengundang semua penjual masuk ke pasar digital. Demikian seperti diberitakan ‘Investor Daily’. (B-ID/BS/jr)



