Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengucapkan selamat atas terpilihnya Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai Kepala Sekretariat Presiden.

Namun untuk pengganti Heru nanti, katanya, akan dipilih oleh Gubernur karena pihaknya hanya sebagai pengeksekusi saja dengan mengusulkan nama-namanya.

“Kandidatnya seluruh eselon II di DKI. Sekarang statusnya Pak Heru masih pegawai DKI,” kata Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (19/7).

Kendati demikian ia belum mengetahui apakah Wakil Kepala BPKD DKI, Michael Rolandi Cesnand Brata akan menjadi Plh atau tidak, sebab hal itu merupakan kebijakan dari Gubernur. Bisa saja, katanya, penggantinya diambil dari talent pool yang merupakan mereka yang lolos seleksi tapi masih belum mendapat jabatan baru.

“Misalnya Pak Gubernur bilang tahan dulu tunggu hasil talent pool ya kita tahan. Nanti Pak Michael bisa jadi Plh. Banyak alternatif, misalnya salah satu asisten jadi Plh di situ ketentuannya juga boleh. Kalau eselon III tidak bisa karena ada wakilnya,” katanya seperti dilansir ‘Suara Pembaruan’.

Ia mengatakan, seluruh PNS DKI, boleh mengikuti seleksi yang diadakan oleh pemerintah pusat apabila ada lowongan untuk eselon I dan II. Bahkan, katanya, hampir setiap hari ia mendapatkan undangan pemberitahuan atau ajakan kepada kepala daerah seluruh Indonesia untuk mengikuti lelang eselon I dan II.

“Itu saya langsung kasih ke Badan Kepegawaian Daerah DKI untuk disebar, tapi tidak ada yang mau. Misalnya jadi eselon I di NTT, NTB,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Heru Budi Hartono terpilih menjadi Kepala Sekretariat Presiden berdasarkan hasil seleksi eselon I dan II yang diikutinya. (B-SP/BS/jr)