10.1 C
New York
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img

Ups !!! Sindikat Tiongkok tipu jutaan orang, raup sekitar Rp26 T, waspadai “mama minta pulsa…..”

BENDERRAnews, 1/8/17 (Jakarta): Tindak kriminal para penipu dari Tiongkok ternyata telah memakan korban banyak di Indonesia.

Dilaporkan, korban kasus penipuan siber oleh sindikat asal Tiongkok ini disebutkan berjumlah jutaan orang dan mengakibatkan kerugian hingga Rp26 triliun per tahun.

Sebagaimana diberitakan, kasus ini diungkap oleh tim gabungan dari Kepolisian Indonesia bekerja sama dengan Kepolisian Tiongkok, dan telah melakukan operasi terpisah di Bali, Surabaya, dan Jakarta dengan menangkap 153 tersangka.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan, mengatakan, kasus penipuan dan pemerasan lewat siber ini merupakan kejahatan yang meresahkan di Tiongkok.

“Mereka ini sebenarnya merupakan (sindikat) kejahatan yang paling meresahkan di sana. Bahkan, korbannya sampai jutaan orang,” ujar Herry di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/7/17) kemarin.

Dikatakannya, kerugian yang dialami korban di negara Tiongkok terkait kasus dugaan kejahatan siber ini sekitar Rp6 triliun.

“Kalau dirupiahkan sekitar Rp6 triliun. Kalau total selama satu tahun untuk keseluruhan Tiongkok itu total ada Rp26 triliun yang dirugikan. Jadi bisa dibayangkan kalau penduduk Tiongkok ada 2,5 miliar ambil 10 persen saja sudah berapa yang kena tipu atau berapa kerugiannya,” ungkapnya.

Kasus prioritas

Ia menyampaikan, kasus ini memang sudah menjadi prioritas Kepolisian Tiongkok untuk segera diungkap.

“Jadi memang atensi atau perhatian pemerintah Tiongkok. Kemudian, melakukan joint investigation dengan kita. Ada 30 polisi (Tiongkok) melakukan joint investigation di sini. Kejahatan ini sudah sering terjadi, jadi betul-betul mereka atensi untuk pengungkapannya,” katanya lagi.

Berdasarkan kasus yang pernah diungkap sebelumnya, menurutnya, para pelaku melakukan penipuan daring dengan menggunakan antena sehingga mudah dilacak lokasinya.

Sesudah itu, mereka menggunakan pemancar internet nirkabel (WiFi) dari tempat lain, agar lebih susah terdeteksi lokasinya.

“Tapi dengan beberapa kali penangkapan terakhir, mereka menyiasati membuat semacam pengalihan. Di Surabaya maupun di Bali, mereka mengontrak satu rumah kosong khusus untuk meletakkan router (pemancar WiFi), kemudian router ini menembak ke TKP lain yang menjadi lokasi dilakukan tindak kejahatan,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Tim Satgasus Polri bersama Kepolisian Tiongkok membekuk 153 orang yang terdiri atas 148 warga Tiongkok dan lima warga negara Indonesia, terkait dugaan kejahatan siber internasional di Bali, Surabaya dan Jakarta, Sabtu (29/7/17) lalu.

Minta pulsa

Nah, pembaca mungkin termasuk yang pernah dikirimi SMS: “Mama minta pulsa…”, atau “Orang saya sudah datang, tapi Bapak tak di rumah…Rumahnya jadi dkontrak khan?”.

Juga ada yang begini: “Anda terpilih dapat hadiah dari …..”.

Bisa juga yang ini: “Pak, mobilnya sudah selesai diservis….”.

Dan seterusnya yang intinya menunggu jawaban Anda. Lalu, jika ada jawaban, dari situlah mereka melakukan aksi dengan kecakapan khusus di bidang IT. (B-BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles