Lippo Village, 27/8/17 (SOLUSSInews) – Sebanyak 115 pelajar SMP dari sejumlah sekolah di wilayah Tangerang tampak antusias mengikuti edukasi dasar penyelamatan dan pertolongan pertama kepada pasien.
Siloam Hospitals di Lippo Village, Karawaci, Tangerang menjadi sponsor dan pelaksana perhelatan ini kepada anak-anak pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlokasi di sekitar rumah sakit dalam program ‘Siloam Student Emergency Officer’ (SSEO).
Dilaporkan, kegiatan edukasi berupa tindakan darurat pertama untuk kesehatan atau pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) seperti kompresi pada orang pingsan, menutup luka, dan lainnya.
Sesi pertama SSEO tersebut berlangsung Sabtu (26/8/17) di Auditorium lantai 11 Siloam Hospitals Lippo Village, Karawaci, Tangerang Banten.
Antusias berlatih
Sebanyak 115 orang peserta SSEO berasal dari sekolah yang berada di wilayah Tangerang di antaranya SMP Dian Harapan, SMP Tarakanita, SMPN 15 Kota Tangerang, dan Sekolah Strada.
Para peserta pelajar siswa-siswi itu terlihat antusias mengikuti pelatihan saat mendapatkan pembekalan materi terdiri dari materi P3K, bantuan hidup dasar, praktik pembalutan luka dan cedera serta praktik kebersihan pribadi dan cuci tangan. Sementara pemberi materi dari dokter umum, apoteker, perawat, dan lainnya.
Head of Business Development Siloam Hospitals Lippo Village, Alexander Mutak selaku Ketua Penyelenggara SSEO mengatakan kegiatan serupa juga telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, metodenya berbeda yakni pihak Siloam Hospitals yang mendatangi sekolah-sekolah.
“Kali ini, kami menyebar undangan serta poster ke sekolah-sekolah yang berada di sekitar rumah sakit kita sebulan sebelumnya. Ada sembilan sekolah yang siap mengikuti SSEO dan ini gratis,” ungkap Alex di Lippo Village, Sabtu (26/8/17), sebagaimana dilansir ‘Suara Pembaruan’.
Punya kemampuan dasar
Selain keinginan Siloam Hospitals untuk berbagi edukasi dengan beban sekolah-sekolah, tujuan kegiatan SSEO ini, menurut Alex memberikan bekal kepada para pelajar sehingga bila ada pelatihan khusus mereka sudah punya kemampuan dasar.
SSEO ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Siloam Hospitals yang tidak hanya memberikan pelayanan atau merawat pasien yang sakit, namun juga memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat terkait kesehatan.
“Melalui SSEO ini, kami hanya memberikan pengetahuan dasar saja dan pesertanya secara keseluruhan hampir 700 peserta, maka dibagi beberapa sesi,” jelas Alex, yang juga berharap dengan kegiatan yang digelar Siloam Hospitals anak-anak tidak lagi fobia terhadap rumah sakit dan peralatan dokter.
Masih ada empat sesi lagi, SSEO yang akan menyusul pada kesempatan berikutnya masing-masing 30 September 2017 untuk tingkat SD, 28 Oktober 2017 untuk pelajar tingkat SMP, 25 November 2017 untuk tingkat SD, dan 9 Desember 2017 untuk tingkat SMP. (S-SP/BS/jr)



