-3.2 C
New York
Tuesday, February 24, 2026

Buy now

spot_img

Dipolitisasi !!! Hypermart sesalkan upaya diskreditkan bisnisnya, hanya ada perbedaan interpretasi penghitungan komersial dengan segelintir pemasok

BENDERRAnews, 27/8/17 (Jakarta): Di tengah kondisi kinerja bisnis korporasi yang semakin kuat, solid, dan terus bertumbuh untuk melayani masyarakat Indonesia yang tersebar luas di wilayah Nusantara, pihak Hypermart (‘hiper-market’ papan atas nasional, Ref) diserang segelintir pihak dengan menyebar tudingan tak sesuai fakta serta cenderung mendiskreditkan bahkan terkesan merupakan upaya politisasi via media sosial.

“Kami menyesaljan, menyayangkan dan membantah khabar di media sosial (Medsos) yang mendiskreditkan kelompok usaha kami dengan tuduhan tak akurat dan tak proporsional. Semua kabar itu tidak akurat, menyimpang, dipolitisasi, dan memberi pencitraan yang tidak benar,” tegas Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA)–pengelola Hypermart–Danny Kojongian.

Pernyataan tersebut tertuang dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi ‘BENDERRAnews’ dan ‘SOLUSSInews’, Sabtu (26/8/17) kemarin.

Sekelompok pemasok

Danny menambahkan, dalam operasional perusahaan bisa saja terjadi perbedaan interpretasi penghitungan komersial yang tidak dikehendaki sekelompok pemasok.

“Bila itu terjadi, Hypermart selalu mencari solusi bersama secara rasional, komersial, berkeadilan, serat dapat diterima dalam dunia usaha. Saat ini terdapat 33 dari 3.168 pemasok yang masih mengalami perbedaan penghitungan,” ungkapnya.

“Kondisi itu tidak serta merta mewakili gambaran keseluruhan kemitraan yang kuat dengan seluruh pemasok lainnya,” katanya lagi.

Sementara itu, seorang Pelaku Bisnis dan Pemasok Ritel di Tangerang Selatan, Ayub Hendradi, kepada Tim ‘BENDERRAnews’ dan ‘SOLUSSInews’, Sabtu (26/8/17), menilai, hal semacam itu (perbedaan interpretasi, Red) sah-sah saja terjadi dalam suatu transaksi. Karena, dirinya pun pernah mengalaminya dan bisa diselesaikan secara adil.

“Kami memang mengamati pada saat ini terdapat 33 dari 3.168 pemasok yang masih terjadi perbedaan perhitungan dengan Hypermart,” ungkapnya.

Ayub juga menilai, ini suatu kondisi bisnis normal. “Bahwa ada masalah dihadapi 1,04 persen dari 3.168 pemasok. Tetapi tentunya kondisi ini tidak serta merta mewakili gambaran keseluruhan kemitraan yang kuat yang ada dengan seluruh pemasok lainnya. Ini khan cuma segelintir pemasok, dan saya yakin bisa dicari solusinya bersama, apalagi masih ada waktu negosiasi,” ujarnya lagi.

Bukan kesulitan dana

Jadi yang perlu dipahami, menurut Danny dan Ayub secara terpisah, penyebab belum dilakukan pembayaran ke-33 ‘suppliers’ karena ada ‘disputes’ atau ketidaksepahaman komersial.

Jadi bukan karena Hypermart kesulitan keuangan, seperti diumbar di Medsos.

Total ‘suppliers’ Hypermart sudah mendekati 4.000 yang sebagian terbesar kalangan UMKM, juga koperasi, dan tidak ada masalah bayar.

Dipastikan tuntas segera

Terhadap adanya masalah yang dihadapi 33 pemasok tersebut, Danny Kojongian memastikan, akan segera tuntas minggu depan.

Apalagi jatuh temponya (untuk pelunasan) semua kewajiban kepada pemasok berlaku hingga medio September 2017.

“Kami siap menuntaskannya. Dan melalui kesempatan ini, Hypermart memberikan apresiasi tinggi kepada lebih dari 15 juta pelanggan setia bangsa Indonesia yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada Hypermart dalam misinya membangun negeri, membangun lapangan kerja, dan mendukung laju pertumbuhan ekonomi dalam tahun tahun berjalan,” demikian Danny Kojongian.

Dikelola putra Indonesia

Selanjuynya Danny Koyongian memaparkan, selama ini Hypermart bertumbuh kembang di Nusantara yang dimiliki dan dikelola putra-putri terbaik bangsa. Buksn seperti khabar bohong di Medsos, seolah dimiliki kelompok bisnis Tiongkok.

“Dalam 12 tahun terakhir, Hypermart memperoleh catatan cemerlang pertumbuhan penjualan tahunan rata-rata 37 persen. Pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan 3.168 mitra kerja pemasok,” ujarnya.

Hypermart mengoperasikan 289 gerai multiformat skala nasional dari Aceh sampai Papua dengan mempekerjakan 12.700 staf dan karyawan, lebih 95 persen putra-putri lokal.

Posisi finansial terbaik

Disebutkan pula, MPPA merupakan perusahaan terbuka (Tbk) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga terbilang bisa dimonitor, serta akuntabel.

Posisi finansial MPPA juga menjadi salah satu yang terbaik di sektornya. Total pendapatan tahunan mencapai Rp14,5 triliun. Lalu total pendapatan Ebitda tahunan Rp430 miliar. Sedangkan total aset Rp6,8 triliun. Sementara total ekuitas pemegang saham Rp2,25 triliun, serta total pinjaman bank dan lainnya Rp870 miliar. (B-Tim — foto ilustrasi istimewa)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles