BENDERRAnews 9/9/17 (Jakarta): Sebagai wujud komitmennya dalam mendidik para siswa, Sekolah Global Sevilla melakukan penanaman nilai-nilai nasionalisme dan Pancasila melalui penguatan pendidikan karakter.
“Pendidikan karakter menjadi bagian untuk menanamkan rasa nasionalisme kepada anak-anak. Yang terpenting, pendidikan karakter bukan sebatas teori, namun harus diimplemantasikan ke dalam kehidupan sehari-hari,” kata pendiri dan pembina Sekolah Global Sevilla, Omi Komaria Madjid (Isteri Almarhum Nurcholis Madjid) di Jakarta, Sabtu (9/9/17).
Sekolah Global Sevilla kembali akan mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional World Scholar’s Cup (WSC) di Universitas Yale, Amerika Serikat, November mendatang. Berbagai persiapan, baik akademis maupun nonakademis, telah dilakukan para siswa yang akan ikut bertanding dalam ajang tersebut.
Terkait itu, guna meningkatkan rasa nasionalisme, kemarin para siswa dengan didampingi Omi, berkunjung ke Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Para siswa mendapat arahan dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan tim UKP-PIP untuk berangkat ke AS mengukir prestasi yang membanggakan bagi bangsa dan negara Indonesia di WSC.
“Siswa-siswa diberikan motivasi untuk tetap semangat dan menjunjung tinggi nama bangsa Indonesia yang ramah dan toleran. Kibarkan semangat Pancasila di sana,” ujar Omi seperti dilansir ‘BeritaSatu.com’.
Revolusi karakter bangsa
Dikatakan, pihaknya bertemu dengan UKP-PIP, karena segala kegiatan dan program pembentukan karakter di Global Sevilla Schools sejalan dengan program pemerintahan Presiden Joko Widodo, terutama Nawacita.
Utamanya, poin ke delapan Nawacita, yakni melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara, serta budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
Rombongan diterima oleh Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Pelaksana UKP-PIP Yudi Latief, dan anggota Dewan Pengarah lainnya, yakni Try Sutrisno, Mahfud MD, KH Said Aqil Siroj, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya. Para siswa mendapatkan pengarahan sebelum bertolak ke Universitas Yale.
Pada ajang WSC Global Round tahun lalu, Sekolah Global Sevilla berhasil meraih 96 medali emas dan 85 medali perak. Menurut Omi, selain prestasi akademik, menanamkan rasa nasionalisme kepada anak-anak dapat dilakukan melalui pendidikan karakter.
Pramuka dan Paskibraka
Pembentukan karakter di sekolah dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti Pramuka dan Paskibra. Istri Almarhum Nurcholis Madjid ((Cak Nur) itu juga mengatakan, salah satu program pembentukan karakter siswa yang dilakukan oleh Sekolah Global Sevilla adalah melalui metode mindfulness practices
Metode tersebut mengajarkan anak didik untuk selalu menjaga pikiran agar tetap fokus serta meningkatkan kemampuan konsentrasi serta daya ingat, sekaligus memberikan kedamaian pikiran.
Dikatakan pula, dengan pola itu, daya tahan stres anak-anak juga akan meningkat. Kondisi ini tentu saja juga sangat diperlukan, terutama saat mereka menghadapi kompetisi setingkat olimpiade itu.
“Kami juga menyadari bahwa sekolah adalah lingkungan terdekat bagi pelajar setelah keluarga mereka, sehingga sekolah dapat sangat berperan dalam pembentukan karakter anak,” katanya.
Omi juga menegaskan, guru sebagai salah satu ujung tombak keberhasilan pendidikan perlu melakukan inovasi pembelajaran. Dengan demikian, nilai-nilai karakter bangsa dapat dipadukan dengan kurikulum pendidikan yang ada.
“Semua pelajaran itu harus diisi pendidikan karakter. Jangan sampai Pancasila hanya menjadi sebuah hafalan, tetapi bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diajarkan dan dilakukan,” tutur Omi Komaria Madjid. (B-BS/jr)



