BENDERRAnews, 25/9/17 (Bekasi): Pakar teknik dan hukum lingkungan jebolan Univesitas Indonesia, Dr Ferol Warouw, ST, SH, MT, mengemukakan, infrastruktur yang lengkap, belumlah cukup untuk menjadikan sebuah kota mandiri benar-benar bisa memberi kenyamanan kepada penghuninya.
“Konsep kota mandiri harus menciptakan basis ekonomi dan kelengkapan ekologi kota yang dapat menarik minat massa dengan segala aktivitasnya,” katanya kepada Tim ‘SOLUSSInews’ dan ‘BENDERRAnews’, di Jakarta, Sabtu (23/9/17) lalu.
Selain itu, menurutnya, diperlukan keseriusan pengembang untuk menyediakan infrastruktur dan jaringan transportasi yang mengintegrasikan kota mandiri dengan kota induknya, plus tata ekologi memadai (di dalamnya termasuk pengelolaan limbah serta penyediaan air bersih).
Terkait itu, Ferol menunjuk konsep tata ekologi yang sudah dilakukan oleh PT Lippo Cikarang Tbk.
Disebutkan, infrastruktur yang harus ada dalam sebuah kawasan kota baru harus sesuai standar. Yakni ada water treatment plant (WTP), hingga waste water treatment plant (WWTP).
Pengalaman Lippo Cikarang
Sementara itu, Direktur PT Lippo Cikarang tbk, Jukian Salim mengungkapkan, pihaknya berhasil mengembangkan pengelolaan ekologi berbasis teknologi maju serta ramah lingkungan.
“Untuk mengolah limbah menjadi air bersih, keberadaan water teeatment plant ini penting, terutama untuk memasok kebutuhan air kawasan,” ujarnya.
Dia mencontohkan, di kawasan Lippo Cikarang seluas sekitar 5.000 hektare, air bersih dipasok oleh Unit Pengolahan Air Bersih (Water Treatment Plant) Lippo Cikarang dengan kualitas yang memenuhi standard Departemen Kesehatan (SK Menkes No 416/Menkes/PER/1990).
Diadopsi untuk Meikarta
Selanjutnya, demi keamanan lingkungan, air limbah yang dihasilkan industri-industri di Lippo Cikarang disalurkan melalui pipa-pipa bawah tanah dan diproses di Unit Pengolahan Air Limbah (Waste Water Treatment Plant).
“Proses pengolahan air ini sudah memenuh ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.
Konsep pengolahan air yang dikembangkan di Lippo Cikarang itu nanti akan diadopsi untuk dikembangkan di kota baru Meikarta. “Secara bertahap akan dikembangkan seperti itu,” demikian Jukian Salim. (B-r/jr — foto ilustrasi istimewa)



