BENDERRAnews, 15/10/17 (Barcelona): Hari Senin (16/10/17) besok, Presiden Catalonia, Carles Puigdemont, harus memberikan jawaban atas pernyataan kemerdekaan Catalonia kepada Spanyol.
Sebagaimana diketahui, Spanyol meminta Puigdemont memberikan jawaban tegas “ya” atau “tidak”.
“Jawabannya tidak boleh ambigu. Jika jawabannya tidak jelas, berarti tidak ada dialog dan Pemerintah Spanyol akan mengambil tindakan,” kata Menteri Dalam Negeri, Juan Ignacio Zoido di sebuah stasiun radio, Sabtu (14/10/17).
Namun, Zoido tidak menjelaskan tindakan apa yang akan diambil.
Sementara itu, Partai Popular Unity Candidacy (CUP) mendesak Puigdemont untuk menegaskan deklarasi kemerdekaan Catalonia pada hari Senin.
“Hanya dengan memproklamasikan diri sebagai republik kita bisa memosisikan diri sebagai aktor yang melindungi hak sipil dan politik warga,” bunyi surat dari CUP kepada Puigdemont, sebagaimana dilansir ‘BeritaSatu.com’.
Pada tanggal 1 Oktober lalu, warga Catalan melakukan referendum kemerdekaan dari Spanyol yang dimenangkan oleh suara prokemerdekaan. Lalu, pada 10 Oktober, Puigdemont mendeklarasikan kemerdekaan Spanyol, namun, selang beberapa detik kemudian, dia menunda kemerdekaan Catalonia untuk memberikan ruang dialog bagi Spanyol.
Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy malah mengultimatum Puigdemont untuk mengklarifikasi keseriusan pernyataan merdeka Catalonia selambat-lambatnya pada hari Senin (16/10). Jika, Puigdemont menyatakan kemerdekaan, maka Spanyol akan mencabut status otonomi Catalonia.
Puigdemont menjawab lewat Twitter pada 11 Oktober, “Berharap dialog malah diberikan pasal 155 (pencabutan otonomi)”. (B-BS/jr)



