14.9 C
New York
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img

Ziarah !!! Presiden pimpin Hari Pahlawan di Kalibata, para senior dan aktivis GPPMP diundang ikut berziarah

BENDERRAnews, 10/11/17 (Jakarta): Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata Jakarta, Jumat (10/1/17) ini, dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan 2017, dipimpin langsung Presiden Joko Widodo.

Puluhan aktivis dan senior Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP) yang mendapat undangan khusus, dipimpin Sekjen DPP GPPMP, Teddy Matheos, serta didampingi Pinisepuh/Dewan Kehormatan GPPMP, Mayjen TNI Pur Drs Rustam Effendi,Anggota Dewan Pembina GPPMP, Ibu Sylvia Gordon Mogot, ikut hadir sekaligus menziarahi makam para pahlawan.

“Termasuk yang kami ziarahi para tokoh peristiwa heroik merah putih 14 Februari 1946, di antaranya makam Pahlawan Nasional BW Lapian, Ch Ch Taulu dan kawan-kawan,” ungkap Teddy Matheos didampingi dua unsur DPP GPPMP dalam kepanitiaan Hari Pahlawan Nasional, Herling Tumbel dan Wency Mangindaan.

Kehadiran para senior dan aktivis GPPMP ini mendapat penghargaan khusus dari Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Umum Panitia Nasional Hari Pahlawan, karena DPP GPPMP terus aktif dalam serangkaian kegiatan sehubungan dengan Hari Pahlawan tersebut.

Teruskan JSN

Disebutkan, setiap tahun tercatat dua kali DPP GPPMP melakukan ziarah ke makam para pahlawan dan pelaku sejarah Merah Putih 14 Februari 1946. “Yakni bersama-sama panitia nasional Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November, dan pada Peringatan Peristiwa Heroik Merah Putih setiap tanggal 14 Februari,” kata Teddy lagi.

Intinya, demikian Teddy Matheos, GPPMP harus konsisten meneruskan jiwa-semangat-nilai (JSN) perjuangan para pahlawan Merah Putih itu, sebagaimana terus dicanangkan Ketua Dewan Penasihat GPPMP, Theo L Sambuaga.

Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata tanggal 10 November 2017 dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wapres M Jusuf Kalla dan istri Mufida Jusuf Kalla tiba beberapa menit sebelum upacara dimulai. Tampak hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja antara lain Menteri Sosial Kofifah Indar Parawansa, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki. Juga hadir sejumlah pimpinan lembaga negara.

Upacara yang digelar di halaman/plaza TMP Kalibata Jakarta itu diikuti peserta dari berbagai unsur antara lain anggota Legiun Veteran Republik Indonesia dan Pepabri, anggota TNI/Polri, Dharma Wanita.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga meletakkan karangan bunga di Tugu TMP Kalibata Jakarta.

Upacara Ziarah Nasional di TMP Kalibata Jakarta merupakan salah satu kegiatan utama dalam rangkaian Peringatan Hari Pahlawan 2017 tingkat pusat.

Gelar Pahlawan

Kegiatan utama lainnya ialah penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara Jakarta pada Kamis (9/11/17). Selain itu, Upacara Tabur Bunga di Laut pada tanggal 10 November 2017 pukul 08.00 WIB.

Sebelumnya empat tokoh dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017 yakni Almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari NTB, Almarhum Laksamana Malahayati dari Aceh, Almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepri, dan Lafran Pane dari DI Yogyakarta.

Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Kamis, menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Presiden Jokowi secara resmi menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada ahli waris dari empat tokoh yakni TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid tokoh dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Laksamana Malahayati tokoh dari Provinsi Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan Lafran Pane dari DI Yogyakarta.

Keempat tokoh tersebut dianggap pernah memimpin dan berjuang dengan mengangkat senjata atau perjuangan politik untuk merebut, mempertahankan, mengisi kemerdekaan, dan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Mereka juga dianggap tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan, mengabdi dan berjuang sepanjang hidupnya bahkan melebihi tugas yang diembannya, pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara, hingga pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Para tokoh tersebut juga dianggap memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi hingga perjuangannya dinilai berdampak luas di kalangan masyarakat. (B-AN/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles