12.2 C
New York
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img

Tepis !!! Danang respons ‘hoax’: “Silahkan ke Meikarta, 28 ‘tower’ dikebut ‘topping off’-nya di 42 lantai”

BENDERRAnews, 3/6/18 (Cikarang): Sirik. Juga ‘nyinyir’. Itulah sikap yang terus saja diperlihatkan segelintir oknum dan kelompok tertentu atas melesatnya megaproyek Kota Meikarta besutan Lippo Group. Ketika melalui  teknis yang detil dan seksama Lembaga Muri menyatakan Meikarta mencetak rekor baru sebagai properti dengan penjualan tercepat serta tertinggi di Indonesia (hanya kurang dari satu semester laris manis 150.000 unit hunian apartemen, Red), ‘kenyinyiran’, kesirikan bermuara pada ‘hoax’, dan info fitnah tak berdasar kembali disebar secara masif.

“Itulah yang dialami pihak Meikarta sejak di-‘pre launching’ Mei 2017, apalagi ketika ‘grand launching’, Agustus 2017. Berbagai ‘tim buzzer’ pun dicurigai dikendalikan untuk memainkan opini menyesatkan terhadap Meikarta. Dan media sosial (Medsos), apakah itu WA, FB dan lain-lain jadi alat untuk ‘pembodohan’ publik. Tetapi faktanya, Meikarta tetap saja laris manis, dan mengalahkan properti lain sejenis, karena Meikarta menawarkan harga terjangkau dengan fasilitas lebih komplit,” ujar Teddy Sanjaya dan Dadiet Waspodo, dua praktisi bisnis properti di Tangerang Selatan, saat berbincang dengan Tim ‘BENDERRAnews, ‘SOLUSSInews’ serta ‘Cahayasiang.com’, belum lama berselang.

Keduanya lalu menunjuk beberapa informasi yang diracik sedemikian rupa oleh satu dua media ‘online’ (yang sebagian besar ‘abal-abal’, alias bukan media ‘mainstream’, Red), seolah Meikarta sedang menuju kebangkrutan, dimana Lippo Group telah mengalihkan mayoritas saham kepada korporasi lain.

Informasi terkini yang kembali berupaya memojokkan Meikarta itu, antara lain diangkat oleh sebuah media ‘online’ dengan judul: “Bubble Megaproyek Meikarta Berakhir Dengan Pelepasan Saham”, edisi 27 Februari 2018 (dulu sudah sempat beredar, lalu menghilang karena diberi fakta berbeda di lapangan tentang semakin pesatnya perkembangan Meikarta, tetapi kemudian sekarang muncul lagi, Red).

“Sebaliknya, berbagai media ‘mainstream’ seperti Kompas.com, Antaranews.com, Kontan.co.id, DetikFinance.com, Sindonews.co.id, dan lain-lain sangat imbang pemberitaannya. Masih tetap menghargai standar jurnalisitik ‘cover-bothside’, ada klarifikasi serta konfirmasi kepada para pihak ‘stake-holders’. Sehingga ada pencerahan serta tidak membodohi publik dengan opini-opini yang asal ngarang,” sambung pakar hukum dari Universitas Bung Karno (UBK), Daniel Panda, yang juga Dekan Fakultas Hukum.

Hal senada dinyatakan konsultan hukum publik, Widi Syailendra dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) “Merah Putih”, dengan mengingatkan, jika Meikarta dan Lippo Group berniat memperkarakan informasi ‘hoax’ seperti itu, bisa menjadi pukulan balik mematikan, baik bagi pengelola media-media ‘online’ tertentu, maupun kelompok (‘tim buzzer’) yang senagaja menyebarkannya di berbagai media sosial.

“Ini khan kriminal, dan ada undang-undang yang mengaturnya, yakni Undang Undang ITE,” tandasnya.

Informasi tidak bertanggungjawab

Merespons adanya informasi-informasi tidak bertanggung jawab dan mengarah pada ‘hoax’ serta fitnah seperti ini, Direktur Komunikasi Lippo Group, Danang Kemayan Jati, menepisnya dengan mengungkapkan fakta di lapangan.

“Begini saja, saya hanya beri komentar sederhana menanggapi pertanyaan teman-teman tentang informasi-informasi yang tidak bertanggungjawab, termasuk yang keluar baru-baru ini dengan judul “Bubble Megaproyek Meikarta Berakhir Dengan Pelepasan Saham”. Intinya, ini sepenuhnya ‘hoax’!!!,” tandas Danang.

Pertama, faktanya, demikian Danang, Meikarta terus membangun. “Silahkan ke Meikarta. Tengok sendiri 28 tower pertama bahkan dikebut topping offnya 42 lantai akhir Nopember 2018. Serah terima akhir Februari 2019. Ini sesuatu prestasi tidak pernah terjadi di manapun di dunia, termasuk di RRT. Saat ini sudah empat gedung 42 lantai topping off. Itu fakta lho,” bebernya.

Selanjutnya, kedua, kontraktor terus jalan. “Bohong kabar kontraktor Meikarta menarik diri”, ungkapnya sembari menunjuk public expose dari kontraktor utama Meikarta, yang komitmen mempercepat proses pembangunan, sesuai target diserahkan pada akhir 2018 hingga Febaruari 2019.

“Lalu ketiga, bohong total jika ada keluarga (Riady) berebut harta. Mereka yang tahu, mengerti ini fitnah dan hoax,” ujarnya, sembari pula menunjuk keterangan resmi James Riady, salah satu putra Mochtar Riady, Founder Lippo Group yang dimuat di sejumlah media ‘mainstream’ nasional.

Kemudian keempat, merupakan informasi ‘hoax’, Dr Mochtar Riady sakit. “Sekali lagi, ini sama sekali bohong. Bahkan beliau sangat aktif di acara-acara umum. Silahkan browsing di internet berita-beritanya. Kemarin saja dua kali sebagai pembicara di wisuda Universitas Pelita Harapan (UPH), di hadapan 4.500 orang sebagai saksi matanya. Lalu pada Senin dan Selasa pekan lalu, bersama Mendag pak Enggar, dua hari di Cirebon keliling pasar-pasar,” ungkapnya lagi.

Mochtar Riady sebagaimana diketahui, baru saja merayakan HUT-nya ke 89 di Australia bersama keluarga besar.

“Lalu kelima, tidak ada masalah tentang partnership, termasuk dengan pihak RRT. Ini hoax. Bohong besar. Ngarang,katanya datar.

Selanjutnya, ke-6, beredar hoax soal saham Meikarta anjlok. “Katanya karena Meikarta bukan public listed company, bukan perusahaan terbuka. Tidak ada sahamnya di bursa.

Ke-7, khusus informasi (maaf, ini dianggap bukan kategori berita standar jurnalistik, Red) yang ditulis oleh sebuah media ‘online’ tentang bertajuk “Bubble Megaproyek Meikarta Berakhir Dengan Pelepasan Saham”, menurut Danang, tidak kredibel. “Ini diduga media online yang dipakai oknum-oknum tertentu membuat informasi-informasi tidak benar untuk menyerang pihak-pihak tertentu, bahkan Pemerintah,” demikian Danang Kemayan Jati. (B-Tim/jr — foto ilustrasi istimewa)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles