‘Chaos’ !!! Uskup nyatakan konflik Marawi bukan perang agama, umat Kristen bantu ribuan Muslim selamatkan diri

 

BENDERRAnews, 12/7/17 (Manila): Pernyataan terbaru para uskup Filipina menyebutkan, konflik yang terjadi di Marawi bukanlah perang agama, serta mendesak semua umat beragama di Filipina agar bekerja sama untuk perdamaian.

“Kami menangis dari dalam hati kami. Perang di Marawi, tidak lagi! Perang di Marawi, tidak lebih!” sebut pernyataan para uskup tersebut, Senin (10/7/17) awal pekan ini.

Mereka menyerukan kembalinya perdamaian dan situasi normal di Marawi secepatnya. Para uskup itu juga mempertanyakan wacana perpanjangan darurat militer di Mindanao.

Meskipun faktanya, militan Islam yang menghasut kekerasan tersebut, para uskup mengingatkan kisah-kisah bagaimana warga Muslim pun sempat melindungi dan menolong umat Kristen keluar dari situasi hampir mati.

“Bahkan sekarang, umat Kristen membantu ribuan Muslim yang melarikan diri dari Marawi demi keselamatan mereka. Ini adalah tanda yang tidak terbantahkan bahwa tidak ada perang agama,” tambah pernyataan para uskup, sebagaimana dilansir ‘Suara Pembaruan’.

Sebagaimana diketahui, para militan dari kelompok Maute menyerang Kota Marawi sejak 23 Mei lalu. Maute merupakan kelompok yang terbentuk pada 2012 dan telah bersumpah setia kepada ISIS pada 2015.

Kekerasan di Marawi dimulai setelah tentara dan polisi gagal menangkap seorang pemimpin militan Islam, Isnilon Hapilon. Serangan awal diluncurkan kelompok Maute dengan membakar sejumlah bangunan termasuk Gereja Katedral Katolik dan tempat tinggal uskup.

Militan Islam masih menyandera sekitar 100 warga sipil, yang dimanfaatkan sebagai perisai manusia, pembawa amunisi, dan penghalang tandu. (B-SP/BS/jr)

Exit mobile version