BENDERRAnews, 26/7/17 (Jakarta): Demi menjaga keaslian dan keawetan Bendera Pusaka Indonesia, Sang Saka Merah Putih, Pemerintah Provinsi DKI membuat tempat penyimpanan khusus untuk bendera yang dijahit oleh Ibu Negara Pertama RI, Fatmawati (isteri Bung Karno).
Sebagaimana diketahui, selama ini, saat dipindahkan 20 Mei 2007 ke Monas dari Istana Merdeka, Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih disimpan di sebuah kotak kaca dengan ukuran 2 x 3 x 0,25 meter.
Bendera Pusaka disimpan di dalam kotak dengan bingkai kuningan siku ukuran 5 x 5 x 0,5 meter serta kaca tebal dua sentimeter. Biaya penyiapan kotak kaca tersebut pada waktu itu menghabiskan anggaran Rp300 juta.
Artinya, bendera Merah Putih yang berukuran 274 cm x 196 cm di simpan di dalam kotak kaca dengan cara dilipat.
Sekarang ini, Bendera Pusaka akan disimpan di tempat penyimpanan bendera dengan cara dibentangkan di dalam sebuah vitrin atau lemari pajang untuk menyimpan objek atau koleksi yang akan dipajang kepada pengunjung.
Vitrin tersebut sekarang terbuat dari kaca antipeluru dengan ukuran yang sama dengan Bendera Pusaka. Kaca yang digunakan setebal 12 sentimeter dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.
Kemudian, vitrin tersebut bisa dinaikturunkan dengan menggunakan tenaga hidrolik. Saat diturunkan, akan ada rolling door otomatis yang akan menutupi vitrin. Ketika vitrin dinaikkan, maka rolling door secara otomatis akan terbuka, sehingga vitrin dapat naik ke atas tanpa ada yang menghalangi.
Dengan demikian, para pengunjung bisa melihat langsung Bendera Pusaka yang memiliki nilai sejarah bagi bangsa dan negara Indonesia tersebut di Museum Monas.
Tempat penyimpanan Bendera Pusaka ini baru akan diresmikan pada tanggal 12 Agustus berbarengan dengan pengoperasian air mancur menari.
Untuk memastikan kesiapan vitrin atau tempat penyimpanan Bendera Pusaka tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat bersama Menteri Sekretariat Negara, Pratikno dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengunjungi Monas, Rabu (2/7/17).
Terlihat Asisten Sekretaris Daerah bidang Pemerintahan, Bambang Sugiyono dan Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budihartono turut mendampingi ketiganya.
Pratikno mengatakan, kedatangannya bersama Gubernur DKI untuk melihat kondisi penyimpanan Bendera Pusaka. Karena nanti saat peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, akan ada proses pengambilan bendera dari Monas ke Istana Merdeka.
“Jadi kita cek persiapannya di sini seperti apa. Kami juga cek nanti kan tanggal 1 Agustus, kita sebut sebagai Bulan Kemerdekaan. Selama satu bulan akan ada berbagai macam event dan kontribusi dari Monas seperti apa,” kata Pratikno di Monas, Rabu (26/7/17), sebagaimana dilansir ‘BeritaSatu.com’.
Dalam rapat di Monas, lanjutnya, ada dua hal yang dibahas. Pertama, kaitannya dengan tempat penyimpanan Bendera Pusaka dan kedua beberapa event yang akan digelar selama bulan Agustus.
Ketika ditanya mengenai keistimewaan tempat penyimpanan Bendera Pusaka, Pratikno menerangkan tempat penyimpanan tersebut harus bisa menjaganya dari sisi kerusakan dan keamanan.
“Ya namanya Bendera Pusaka itu harus dijaga, terus kita berpikir keamanannya. Kita harus berpikir supaya benderanya tidak rusak. Kita harus ukur betul bagaimana kelembabannya. Tapi tetapi bisa diakses oleh publik. Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah sangat membantu kita untuk kesiapan menjelang Bulan Kemerdekaan,” demikian Pratikno. (B-BS/jr)
