BENDERRAnews, 9/8/17 (Pematang Siantar): Pihak Badan Lingkungan Hidup masih melakukan penelitian kandungan zat pewarna yang mengakibatkan air Sungai Bah Bolon di Pematang Siantar, Sumatera Utara, berubah menjadi merah.
“Warna air sungai menjadi merah akibat zat pewarna yang dibuang ke sungai. Ada lokasi pembuangan sampah sementara di dekat sungai,” ujar Humas Kota Pematang Siantar, Gilbert Ambarita yang dihubungi, Selasa (8/8/17) kemarin.
Gilbert mengemukakan hal tersebut setelah melakukan pengecekan di lokasi pembuangan sampah ditemukan tumpukan zat pewarna berwarna merah.
“Belum diketahui secara pasti apakah zat pewarna yang mencemari Sungai Bah Bolon itu berbahaya atau tidak. Hasilnya nanti diketahui setelah diteliti di laboratorium,” katanya lagi seperti diberitakan ‘Suara Pembaruan’.
Gilbert menambahkan, saat ini kondisi air Sungai Bah Bolon sudah mulai kembali normal. Oleh karena itu, dia mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati menjaga lingkungan sungai di sana.
“Ini merupakan pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Kita minta masyarakat jangan membuang limbah sembarangan. Dinas terkait juga akan mengantisipasi kejadian ini,” jelasnya.
Warga heboh
Sebelumnya, masyarakat di Pamatang Siantar heboh saat melihat kondisi air Sungai Bah Bolon yang tiba-tiba berubah warna menjadi merah.
“Kami mencium ada aroma yang tidak sedap saat melihat sungai itu berubah warna. Pencemaran sungai itu diduga membuat banyak ikan yang keracunan,” ujar seorang warga Siantar, Parlin, 43 tahun.
Marisi Situmorang, 50, warga lainnya menyampaikan perubahan air sungai menjadi merah ini baru pertama kali terjadi. Air sungai menjadi merah dipastikan akibat pembuangan limbah secara sembarangan.
“Kami minta kepada pemerintah untuk menindak perusahaan yang membuang limbah ke sungai tersebut. Pencemaran sungai bisa semakin parah jika pemerintah tidak mengambil sikap tegas,” demiian Marisi Situmorang. (B-SP/BS/jr)
