BENDERRAnews, 11/9/17 (Jakarta): Informasi terkini memastikan, pembangunan Bandara Internasional Kertajati akan rampung. Itu berarti, warga Kota Baru Meikarta, enam bulan ke depan tidak perlu menerobos kemacetan Jakarta bila ingin ke bandara.
Selain itu, tidak perlu berdesakan di Bandara Soekarno Hatta saat musim liburan, juga bisa lega terhindar dari masalah klasik yang pernah dialami sebagian warga ibukota: ketinggalan pesawat.
Sebagaimana diungkapkan Direktur Utama PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat, Virda Dimas Ekaputra, Bandar Undara (Bandara) Kertjati akan mulai beroperasi pada Februari tahun depan bila tidak ada kendala.
Bandara yang berlokasi di Kabupaten Majalengka ini dibangun untuk mengurangi kepadatan arus penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.
Pesawat dua lantai
Hebatnya lagi, pihak Kementerian Perhubungan telah memutuskan untuk memperpanjang runway Bandara Kertajati dari 2500 meter menjadi 3000 meter.
Artinya, dengan runway tersebut, pesawat penumpang terbesar di dunia Airbus A 380, bisa mendarat di Kertajati.
Asal tahu saja, pesawat dua lantai ini bisa menampung 850 penumpang.
Untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang, luas terminal Kertajati didesain 96 ribu m2 sehingga sanggup menampung sampai 10 juta orang per bulan. Dengan begitu, Bandara Kertajati sanggup menekan kepadatan Bandara Soekarno Hatta.
Layani 14 rute
Bandara Kertajati akan melayani 14 rute, yakni 10 rute domestik dan 4 rute internasional pada tahap pertama pengoperasiannya. Rute internasional yang akan dilayani adalah Arab Saudi, Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Rute Arab Saudi memperoleh prioritas karena bisa mengurangi kepadatan Bandara Soekarno Hatta pada musim haji maupun umrah.
Perlu diketahui, terjadi peningkatan jamaah umrah dari Indonesia. Data Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi mencatat ada 875.958 masyarakat Indonesia yang melakukan umrah di tahun ini. Data tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 24 persen dari tahun lalu.
Secara keseluruhan, Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan 6,75 juta visa umroh, naik 6 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah terbesar adalah Pakistan dengan 1.446.284 visa, disusul Indonesia pada posisi kedua.
Ada jalur kereta
Selain itu, Bandara Kertajati akan dilengkapi dengan jalur kereta Bandara untuk menarik penumpang dari Jakarta.
Infrastruktur ini dibangun untuk solusi masyarakat Jakarta menghadapi kemacetan lalu lintas ke Cengkareng.
Nantinya kereta ini akan membawa penumpang dari Stasiun Gambir menuju Bandara Kertajati dalam waktu kurang dari dua jam.
Artinya, warga Jakarta pun dapat memanfaatkan fasilitas penerbangan dari Bandara Kertajati.
Meikarta kian prospektif
Warga Meikarta juga bisa ikut menggunakan fasilitas ini, karena kereta akan melintas Bekasi Timur.
Ini yang mengakibatkan konsumen rumah murah dan layak huni menjadikan Kota Meikarta jadi pilihan utama. Karena kawasan kota ini benar-benar semakin prospektif.
“Ini benar-benar kota yang menjanjikan sebuah hunian layak kelas internasional bagi warga Bekasi, juga Jakarta dan sekitarnya,” kata tokoh masyarakat asli Bekasi, Mohamad Amin Fauzi, melalui sambungan seluler, Senin (11/9/17).
Disebutkan, kedekatan Kota Meikarta dengan berbagai fasilitas transportasi internasional, baik itu Bandara Kertajati dan kemudian Pelabuhan (Sea Deep Port) Patimban, membuat posisi tawar kota kelas dunia ini kian tinggi.
“Mungkin itulah kemudian ada segelintir pihak yang mencoba memelintir fakta dengan menyajikan informasi-informasi negatif tentang Meikarta. Bagi kami, kehadiran Meikarta semakin membuat Bekasi semakin berkembang, ekonomi rakyat semakin bergairah, Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa menikmati peningkatan PAD, juga terbukanya lapangan kerja, lapangan usaha ekonomi bagi warga, dan seterusnya,” kata pimpinan sejumlah organisasi yang kini tengah menuntaskan studi doktor di bidang Hubungan Internasional di FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.
Dikatakannya juga, dengan keberadaan Bandara Kertajati dan kereta bandara, efektivitas waktu masyarakat akan terpenuhi. “Yang pasti, ini semakin menguntungkan Bekasi dan kawasan yang ada di dalamnya, termasuk Meikarta. Dan ingat, Bekasi itu milik kita. Artinya, Meikarta juga milik kita dan bakal jadi ikon Bekasi,” tandasnya.
Bekasi pusat perhatian
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, sebagaimana dilansir ‘Detik.com’, mengungkapkan, keberadaan Bandara Kertajati memang sangat dibutuhkan. Hal ini demi menghadapi industrialisasi yang sedang tumbuh pesat di wilayahnya.
Salah satunya, menurutnya, kawasan Bekasi yang tengah menjadi pusat perhatian di tingkat nasional dan internasional. (Sebagaimana diketahui, Meikarta dikembangkan PT Lippo Cikarang Tbk dengan standard internasional, Red).
Bekasi dinilai menjadi kawasan paling strategis karena terdapat tujuh kawasan industrI.
Data Pemerintah Daerah Bekasi menunjukkan dari total luas keseluruhan, ada 7.432,070 hektare atau 56 persen kawasan industri di Jawa Barat.
Industrialisasi makin kencang
Sedangkan Ketua Kamar Dagang Industri Jawa Barat, Agung Suryamai Sutisno mengatakan, Jawa Barat merupakan jantung industri nasional.
Sekitar 50 persen peran sektor industri dalam perekonomian nasional berada di Jawa barat.
Kini dari 74 kawasan industri yang ada di Indonesia, 40 di antaranya berada di Jawa Barat.
Karenanya tidak heran jika Meikarta dikembangkan menjadi sebuah hunian terlengkap dan berstandar dunia.
Kota Baru Meikarta yang dirancang sebagai sebuah layaknya perkotaan modern akan didukung oleh pembangunan Bandara Kertajati. Hal ini akan membuat industrialisasi di Bekasi dan sekitar berjalan makin kencang. (B-DC/SN/jr — foto ilustrasi istimewa)
