Ramah !!! Kesuksesan Lippo Cikarang olah limbah jadi air bersih bakal diterapkan di Meikarta

BENDERRAnews, 27/9/2017 (Bekasi): Prinsip ramah lingkungan dalam konsep pembangunan hunian baru dengan fasilitas bertaraf internasional namun murah, tetap diutamakan Lippo Grup. Proyek Meikarta yang disiapkan sebagai kota mandiri di bagian timur Jakarta, juga diperlakukan sama.

Meikarta, dibangun PT Lippo Cikarang Tbk, anak perusahaan Lippo Grup. Metode pengolahan limbah menjadi air bersih yang cukup sukses diterapkan Lippo Grup di Lippo Cikarang dan Lippo Karawaci, juga bakal diterapkan di Meikarta.

“Untuk mengolah limbah menjadi air bersih, keberadaan water teeatment plant ini penting, terutama untuk memasok kebutuhan air kawasan,” ujar Direktur PT Lippo Cikarang tbk, Jukian Salim di Jakarta, pekan lalu.

Lippo Cikarang di atas lahan 5.000 hektare, kata Julian, telah dipasok air bersih hasil olahan limbah oleh Unit Pengolahan Air Bersih (Water Treatment Plant) Lippo Cikarang. Kualitas air bersih itupun memenuhi standard Departemen Kesehatan (SK Menkes No 416/Menkes/PER/1990).

Berasal dari air limbah industri-industri yang berada di Lippo Cikarang. Limbah dialirkan melalui pipa-pipa bawah tanah, selanjutnya diproses di Unit Pengolahan Air Limbah. “Proses pengolahan air ini sudah memenuh ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” ujar Jukian.

Karena itu konsumen jangan ragu, lanjut Jukian, apabila konsep ramah lingkungan tetap berlaku di kota mandiri Meikarta. “Secara bertahap akan dikembangkan seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, pakar teknik dan hukum lingkungan jebolan Univesitas Indonesia, Dr Ferol Warouw, ST, SH, MT, mengapresiasi konsep tata ekologi yang sudah dilakukan oleh PT Lippo Cikarang Tbk.

Infrastruktur yang ada dalam konsep Lippo Cikarang sesuai standar yakni adanya ada water treatment plant (WTP) hingga waste water treatment plant (WWTP).

Disebutnya, infrastruktur yang lengkap, belum cukup untuk menjadikan sebuah kota mandiri. Hunian di kota mandiri harus benar-benar bisa memberi kenyamanan kepada penghuni.

‘Konsep kota mandiri harus menciptakan basis ekonomi dan kelengkapan ekologi kota yang dapat menarik minat massa dengan segala aktivitasnya,” katanya.

Selain itu, kata dia, pengembang juga harus serius menyediakan infrastruktur dan jaringan transportasi yang mengintegrasikan kota mandiri dengan kota induknya, termasuk tata ekologi memadai mencakup pengelolaan limbah serta penyediaan air bersih. (B-Feber S/jr – foto ilustrasi istimewa)

Exit mobile version