BENDERRAnews, 11/10/17 (Washington DC): Kalimat yang pernah terlontar dari mulut mantan Presiden RI, Abdurrachman Wahid alias Gus Dur, kini populer lag. Bukan di sini, tetapi di Amerika Serikat.
Mungkin Anda masih ingat, Gus Dur pernah menyebut DPR bagaikan taman kanak-kanak.
Nah, kini Gedung Putih di bawah Presiden Donald Trump dinilai sudah menjadi TK oleh senator dari partainya sendiri.
Ceritanya, Presiden AS Donald Trump terlibat dalam aksi saling cerca dengan seorang senator terkemuka Partai Republik, yang sebelumnya pernah dipandang sebagai calon kuat menteri luar negerinya.
Dalam kicauannya, Trump menyatakan, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Bob Corker, merupakan “suara negatif” dan “ikut bertanggung jawab atas kesepakatan (nuklir) Iran yang buruk itu”.
Corker membalas dengan mengatakan, Gedung Putih di bawah Donald Trump telah menjadi “taman kanak-kanak orang dewasa”.
Tahun lalu, Corker termasuk salah satu yang dilirik Trump untuk menjadi calon menteri luar negeri, namun kemudian mereka terlibat dalam berbagai pertikaian verbal.
Pengamat menyebut, cercaan Trump pada Minggu (8/10/17) pagi itu kemungkinan dipicu oleh pesan dukungan yang disampaikan Corker sebelumnya kepada Menlu Rex Tillerson, yang tampak sebagai pukulan kepada presiden.
Dilaporkan media, Corker mengatakan, Tillerson “berada di jabatan yang sangat membuat frustrasi” di posisi yang “ternyata tidak mendapat dukungan (presiden) yang selayaknya menurut saya mesti didapat oleh seorang menteri luar negeri”.
Hari Rabu pekan lalu, Menlu Tillerson membantah rumor, ia akan mengundurkan diri, setelah ia dikabarkan menyatakan, Trump merupakan seorang yang “pandir”.
Senator Corker mengumumkan bulan lalu, dia tidak akan maju lagi dalam pemilihan sela tahun depan.
Corker merupakan seorang pendukung kuat kesepakatan dengan Iran pada tahun 2015, untuk meredam pengembangan senjata nuklir negeri itu.
Tak jadi mencalonkan
Seperti diberitakan ‘Kompas.com’, Trump diperkirakan akan membatalkan kesepakatan nuklir Iran pekan depan, setelah selama ini mengecamnya di berbagai kesempatan.
Dalam serangkaian kicauannya, Trump berkata, “Senator Bob Corker ‘memohon’ saya untuk mendukungnya agar terpilih kembali dalam pemilihan tengah tahun di Tennessee. Saya berkata ‘TIDAK’ dan dia mundur (mengatakan bahwa dia tidak dapat menang tanpa dukungan saya).”
Trump bercericit lebih jauh tentang Corker, “Dia juga ingin menjadi menteri luar negeri, saya berkata ‘TIDAK, TERIMA KASIH’. Dia juga bertanggung jawab atas kesepakatan Iran yang kacau balau itu!”
“Karenanya saya memang memperkirakan Corker akan menjadi suara yang negatif dan menjadi penghalang agenda besar kita. Tidak memiliki nyali untuk mencalonkan diri lagi!”
Corker menjawab, “Sayang sekali bahwa Gedung Putih telah menjadi taman kanak-kanak, pusat penitipan orang dewasa.”
Kedua tokoh yang sebelumnya bersekutu erat itu bentrok pada Agustus ketika sang senator mengkritik tanggapan Trump terhadap bentrokan antara supremasi kulit putih dan demonstran antifasis di Charlottesville, Virginia.
Trump menanggapi dengan cuitan tentang keraguan Corker dalam mencalonkan diri untuk pemilihan ulang. (B-KS/jr)
