BENDERRAnews, 4/11/17 (Jakarta): Presiden Lippo Group, Theo L Sambuaga meyakini, hadirnya Meikarta akan memberikan stimulus untuk industri properti sehingga bisa kembali berkembang.
“Dalam industri properti nasional, pembangunan Meikarta diharapkan mampu memberikan dorongan yang dalam beberapa tahun mengalami perlambatan,” katanya, sebagaimana rilis yang disebar Direktur PR Lippo Group, Danang Kemayan Jati, masih sehubungan dengan toping off dua tower perdana Kota Meikarta, di CBD Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Minggu (29/10/17) lalu.
Mengutip data dari ‘Indonesia Properti Watch’ menunjukkan, kuartal pertama tahun 2017, pertumbuhan industri properti naik 5,7 persen, dibanding periode yang sama tahun 2016. “Ketika itu minus 24 persen,” kata Theo.
“Dengan hadirnya Meikarta, kami yakin akan memberikan stimulus untuk industri properti, untuk bisa kembali berkembang”, katanya lagi.
Ditambahkan pula, Meikarta ini dikelola dengan prinsip visi, keberanian, pengelolaan solid, kecepatan dan sistem keuangan yang sehat. Total investasi yang digelontorkan Lippo Group sekitar Rp278 triliun.
Sebagaimana diketahui, Kota Meikarta dikembangkan oleh PT Lippo Cikarang Tbk, salah satu anak korporasi Lippo Group yang sudah hadir sejak 20 tahun lalu di Cikarang.
Bentuk komitmen
Sementara itu, Presiden Meikarta, Ketut Budi Wijaya, mengatakan, topping off ini merupakan bentuk komitmen kepada para pembeli. “Bahwa kami membangun Meikarta ini dengan kecepatan tinggi,” katanya.
Disebutkan, setelah topping dua tower (senilai sekitar Rp1 triliun itu, Red), pihaknya akan melanjutkan dengan pembangunan tower-tower berikutnya, sesuai dengan master plan.
“Ke depan, lima puluh gedung sudah akan mulai siap dihuni pada bulan Desember 2018, dan diharapkan serta diperkirakan akan menjadi bagian dari solusi kemacetan, kepadatan maupun tekanan sosial lainnya dari ibukota Jakarta,” ujar Ketut Budi Wijaya. (B-jr)
