BENDERRAnews, 5/11/17 (Cikarang): Kota modern Meikarta meluncurkan seekor bebek kuning raksasa (Giant Yellow Duck/GYD) menjadi ikon baru di hunian Meikarta, Cikarang, Bekasi, sejak Minggu (5/11/17) kemarin.
Peluncuran bebek kuning raksasa setinggi 15 meter ini ditandai dengan lomba menggambar anak-anak.
Bebek raksasa ini ditempatkan di danau Central Park, seluas 100 hektare. Masyarakat sekitar dapat berswafoto dengan latar belakang bebek kuning raksasa ini.
“Bagus buat selfi-selfi. Anak-anak juga senang kalau datang ke Meikarta, yang dituju Central Park, main ke danau,” ujar Umi, 37 tahun, warga Cikarang Selatan, Minggu (5/11/17).
Dia menambahkan, hampir setiap hari Central Park, ruang terbuka hijau di kawasan Meikarta, tidak pernah sepi pengunjung. “Terutama hari libur, pasti ramai pengunjung,” tuturnya.
Di lokasi danau yang luasnya mencapai 20 hektare ini terdapat seekor bebek raksasa di tengah danau. Selain itu, masyarakat juga dapat berkumpul ke lokasi ini tanpa dikenakan biaya masuk ke taman. Dengan parkir kendaraan yang luas, warga dengan nyaman berkunjung ke taman ini.
Giant Yellow Duck saat ini sedang populer di beberapa kota di dunia, seperti Los Angeles, Sydney, Osaka, Taiwan. Seekor bebek kuning raksasa ini menjadi perhatian masyarakat.
Di Meikarta, GYD hadir di Central Park, sejak hari ini. “Ini merupakan yang pertama kali di Indonesia sejak sejak awal tour dunia Giant Yellow Duck yang dilakukan pada 2007 lalu. Meikarta adalah kota hunian kelas dunia, tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, nanti apa yang ada di luar negeri ada di Meikarta. Kita hadir benar-benar untuk warga,” ujar Presiden of Sales Meikarta, Ferry Thahir.
Dia berharap, kepada orangtua yang bosan membawa anak-anaknya ke pusat-pusat perbelanjaan dapat mengajak anaknya ke Central Park. “Anak-anak dapat bermain bebas di taman ini, luasnya danaunya saja mencapai 20 hektare, total keseluruhan mencapai 100 hektare,” tuturnya.
Sapa anak
Selain itu, Psikolog Tika Bisono, juga hadir menyapa puluhan anak-anak yang hadir dalam acara peluncuran Giant Yellow Duck di Central Park.
“Keberadaan ruang terbuka hijau di Central Park, sangat membantu kesempatan anak-anak untuk bermain untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Anak-anak bermimpilah kita bisa hidup di taman yang luas seperti ini. Karena sangat baik untuk anak-anak, untuk lansia (lanjut usia) dan semua umur,” ujar Tika.
Tika berharap, kegiatan fisik anak-anak di tempat hunian ini lebih dikedepankan agar faktor motorik anak dapat terjamin dan dapat beradaptasi dengan lingkungan.
Sementara itu, Julie Estelle, mengungkapkan ketertarikannya terhadap hunian Meikarta. Dengan taman Central Park yang luas, ia dapat berolahraga di Central Park. Selain itu, lokasi dekat Jakarta, menjadi salah satu alasan pemilihan hunian di Meikarta.
“Saya sudah ambil unit di Meikarta karena memiliki Central Park yang luas. Saya bisa berlari-lari pagi, taman ini luas banget, dekat juga dengan Jakarta,” ujar Julie Estelle seperti dilansir ‘Suara Pembaruan’.
Agustin memandu acara peluncuran Giant Yellow Duck membuat anak-anak bersemangat. Peluncuran bebek kuning raksasa ditandai dengan lomba menggambar Giant Yellow Duck di pinggir danau Central Park. (B-SP/BS/jr)
