BENDERRAnews, 16/11/17 (Cikarang): Berbagai analisis dan kajian ilmiah, juga sorotan positif para pengamat menyimpulkan, Meikarta benar-benar dapat diproyeksikan menjadi kota paling besar serta paling indah di Indonesia untuk kehidupan maupun pekerjaan yang lebih baik.
Bahkan dinilai lebih baik daripada Jakarta.
Pakar ekonomi dan hukum lingkungan jebolan Universitas Indoensia, Dr Ferol Warouw bahkan menilai, Meikarta bisa menjadi prototipe kota masa depan di Indonesia, bahkan di kawasan Asia Tenggara, karena memenuhi banyak syarat utama (lingkungan, infrastruktur serta dinamisasi sosial warga).
“Ini akan jadi role model, dan Indonesia patut berbangga dengan megaproyek Lippo Group tersebut,” kata Ferol yang mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan kini aktif di Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) kepada Tim ‘BENDERRAnews’ dan ‘SOLUSSInews’, melalui hubungan telefon seluler, Kamis (16/11/17).
Sebagaimana diketahui, megaproyek kota baru Meikarta dibangun di atas lahan seluas 500 hektare (Ha) dengan investasi senilai Rp278 tiliun.
Lokasi kota baru ini berada di jantung ekonomi Indonesia, yakni di koridor Jakarta-Bandung, salah satu pusat perekonomian nasional terbesar.
Pada tahap pertama, Lippo bakal membangun 250.000 unit apartemen dengan total luas bangunan 22.000.000 meter persegi (m2), yang akan langsung menampung lebih dari satu juta komunitas perkotaan.
Pekerjaan fisik sudah dimulai sejak Januari 2016 dan sebanyak 50 gedung siap dihuni mulai Desember 2018.

Akhir Oktober lalu, Lippo Group resmi menutup atap (topping off) dua tower. Yakni hunian vertikal di central business district (CBD) di kota mandiri Meikarta.
Dua apartemen yang masing-masing terdiri atas 32 lantai itu memiliki total 900 unit apartemen. Ada pun nilai apartemen itu mencapai sekira Rp1 triliun.
Upaya konkret
Presiden Meikarta, Ketut Budi Wijaya menegaskan, kedua menara itu dibangun dengan Surat Izin Mendirikan Bangunan Nomor 503/096/B/BPMPPT dan terletak di CBD Meikarta, yakni Orange County.
Menurut dia, topping off merupakan upaya konkret pembangunan kota baru Meikarta yang berada dekat kawasan industri Cikarang. Rencananya, Lippo membangun 12 tower di CBD Meikarta. Di samping puluhan lagi, total sekitar seratus di seluruh kawasan.
Ketut tak membantah tower yang telah tutup atap itu bukanlah apartemen murah. Bukan tanpa alasan, harga hunian vertikal di kawasan pusat bisnis Meikarta memiliki nilai ekonomis yang lebih dibandingkan area lainnya.
“Harga di area CBD Meikarta tentu saja berbeda, bahkan ada yang hingga Rp 1 miliar per unit sesuai ketentuan harga bila hendak membidik segmen pembeli asing,” katanya.
Lippo Group, tambahnya, tetap melanjutkan pembangunan CBD Orange County sesuai rencana. Sementara, pembangunan kota mandiri Meikarta juga dibangun sesuai dengan master plan yang ada.
Ludes terjual
Sementara itu, Chief Marketing Officer Lippo Homes, Jopy Rusli mengatakan, seluruh unit apartemen yang sudah topping off tersebut memang sudah habis terjual. Harga yang dibanderol saat pertama ditawarkan ke masyarakat yaitu Rp700 juta per unit.
Hal serupa juga ditorehkan oleh menara lainnya di CBD Meikarta yaitu Tower Pasadena, Burbank, dan Glendale JV. Tower terbaru, yakni Newport, telah terjual lebih dari 90 persen.
Jopy Rusli mengatakan, kondisi kawasan Cikarang tempat berdirinya Meikarta, saat ini sudah luar biasa. Ada tujuh kawasan industri dengan 15 ribu ekspatriat.
Terdapat sejumlah industri besar termasuk produsen mobil dan sepeda motor yang memproduksi sekitar satu juta mobil dalam satu tahun. Sedangkan produksi sepeda motor bisa mencapai 10 juta unit per tahun.
“Ini jadi motor ekonomi luar biasa di Indonesia dan koridor timur Jakarta,” tutur dia, di tempat yang sama.
Kondisi itu akan lebih hebat lagi ketika Bandara Kertajati rampung. Kehadiran bandara itu bisa mendorong kunjungan ekspatriat dan pebisnis asing kian meningkat ke kawasan itu.
“Begitu juga dengan kehadiran pelabuhan laut Patimban yang rampung 2019,” katanya lagi seperti dilansir ‘Kompas Properti’.
Denyut ekonomi kawasan itu kian cepat ketika infrastruktur transportasi lainnya sudah beroperasi, yakni kereta cepat Jakarta-Bandung dan jalan tol layang Jakarta-Cikampek maupun kereta ringan (light rail transit/LRT).
“Kami juga ditopang akses tol langsung di Cibatu. Dan, di sisi lain kami menyiapkan automatic people mover (APM) untuk menghubungkan infrastruktur transportasi tadi dan kawasan industri yang ada di koridor timur Jakarta,” kata Jopy Rusli. (B-Adv KP/jr)
