27.7 C
New York
Wednesday, June 10, 2026

Buy now

spot_img

Bergerak !!! Oase lepas “Parade Bela Negara” di Tondano, Minahasa, GPPMP gelar “Aksi Disiplin Nasional”

BENDERRAnews, 12/12/17 (Tondano): Kawasan Minahasa Raya di ‘Bumi Toar Lumimuut’ merupakan ‘Tanah Merah Putih’. Warganya yang terkenal humanis, plural dan sangat nasionalis, terus bergerak dinamis seiring perkembangan zaman serta pertumbuhan kebangsaan, baik sebelum di saat hingga sesudah Proklamasi Kemerdekaan RI oleh Bung Karno.

Salah satu buktinya, beberapa tahun dan bulan sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Utara (termasuk di Tanah Minahasa Raya yang kini berwujud delapan kabupaten maupun kota, Red), sudah muncul gerakan-gerakan Pro Merah Putih berupa penurunan ‘merah putih biru’ (bendera Belanda), dan menaikkan ‘sang dwi warna’ bendera kebangsaan Indonesia.

Tengok saja kejadian di Tanawangko, Gorontalo, hingga Ondong Siau, juga kemudian adanya Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946, di mana ini merupakan aksi militer serta politik pertama di luar Jawa (hanya sekitar enam bulan sesudah Bung Karno memproklamasikan Kemerdekaan RI, Red) yang jelas-jelas menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dipelopori Lapian, Taulu, Wuisan dkk, Merah Putih pun berkibar di Tanah Minahasa Raya, Sulawesi Utara (yang menjadikan Belanda kaget, karena mengira perjuangan kemerdekaan itu cuma terjadi di tanah Jawa yang digerakkan oleh para oknum ekstrimis separatis seperti tuduhan mereka, Red).

Aksi bela negara

Karena itulah, bagi Orang Manado dan Tou MinaEsa serta warga Sulawesi Utara pada umumnya (baca dari Talaud, Sangihe, Minahasa, Bolaang Mongondow, bahkan hingga Gorontalo, juga beberapa kawasan di Sulawesi Tengah termasuk Poso, yang dulu ikut aksi Heroik Merah Putih 14 Februari 1946, Red), spirit patriotisme nasionalismenya tak perlu diragukan lagi.

“Itu sudah mendarahdaging sejak dulu. Para pendahulu kami sudah membuktikan itu. Dan mereka punya peran vital dalam menegakkan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Jangan coba-coba mengintervensi mereka dengan ideologi atau bentuk negara lain,” tandas Ketua Umum DPP Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP), Jeffrey Rawis, seperti disuarakan Ketua Tim Satkersus DPP PPMP, Hencky Luntungan serta Sekjen DPP GPPMP, Teddy Matheos, Selasa (12/12/17), di Jakarta.

Ini dikemukakan mereka sehubungan dengan rencana aksi “Gerakan Disiplin Nasional demi Memperteguh Spirit Bela Negara” di Sekretariat DPP GPPMP, Jl Dempo, Pegangsaan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12/17) mendatang.

Kiprah OASE

Sementara itu di Tondano, ibukota Kabupaten Minahasa (Induk), Ketua Bidang Sosial Budaya Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASEe), Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu,bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenhan RI, Lia Hadiyan Sumintaatmadja, melepas parade Bela Negara yang digelar Senin (11/12/17) awal pekan ini.

Dilaporkan, kegiatan seperti ini bisa menjadi pemicu semangat untuk semakin cinta dan berjuang untuk membela negara, dan diharapkan menjadi daya tangkal dalam menghadapi ancaman nasional. Demikian ‘BeritaSatu.com’. (B-BS/jr)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles