Kompetisi !!! Jokowi: Lawan terberat Golkar hanya PDI-P, Airlangga: ‘Yellow power’ siap buka lembaran baru

BENDERRAnews, 19/22/17 (Jakarta): Baru kali ini Presiden Joko Widodo bisa secara terbuka yang berkaitan dengan analisis perpolitikan nasional, bahkan disertai prediksi ihwal kompetisi di tahun politik mendatang.

Presiden dengan lantang berani menyatakan, hanya ada dua partai terbesar yang bersaing ketat, baik di Pilkada serentak, Pileg maupun Pilpres 2019. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Golkar (PG, atau Golkar).

Dengan tegas, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak sependapat dengan amatan bahkan ‘polling’ banyak pihak, seolah Golkar akan turun ke peringkat ketiga di Pemilu 2019 mendatang.

Jokowi menilai, paling buruk, PG masih berada di peringkat kedua dan selisih perolehan suara dengan PDI-P mungkin tidak terlalu jauh.

“Kalau Pak Airlangga menyampaikan masalah kekhawatiran di nomor tiga, enggak. Saya meyakini tidak,” kata Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar (PG) yang digelar di Jakarta Convention Centre (JCC), Senin (18/12/17) malam.

Jokowi mengomentari pidato Ketum Golkar Airlangga yang juga (ikut-ikutan) khawatir Golkar akan turun di peringkat ketiga pada pemilu 2019. Supaya tidak turun ke peringkat ketiga tersebut, Arilangga meminta seluruh kader untuk bekerja keras dan bangkit dari keterpurukan saat ini.

Jokowi menjelaskan saingan terberat Golkar saat ini hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Golkar bisa kalah dengan PDI-P seperti pada pemilu 2014 lalu. Dengan adanya Ketum baru setelah Munaslub nanti, Jokowi yakin Golkar akan kembali bangkit.

“Menurut saya, saingan berat Golkar itu hanya dengan PDI-P. Hanya enggak tahu kalau bersaing dengan PDI-P, saya enggak bisa jawab karena Bu Ketua Umum PDI-P (Megawati, Red) masih hadir di sini. Kalau enggak ada, saya mungkin bisa jawab,” tutur Jokowi yang disambut gelak tawa dari peserta Munaslub.

Dia mengingatkan semua kader Golkar untuk kembali bersatu. Pasalnya, tahun politik sudah dimulai tahun depan. Di sisi lain, jika Golkar bergejolak, akan mempengaruhi kondisi politik secara nasional dan bisa mengganggu jalannya pembangunan bangsa ini.

“Jika Golkar gonjang ganjing, jika Golkar tidak solid, jika di internal Golkar ramai, ini tidak bagus untuk Golkar maupun untuk politik nasional,” demik7ian Jokowi.

Pembukaan Munaslub tersebut dihadiri dua mantan presiden yaitu Bacharuddin Jusuf Habibie dan Megawati Soekarnoputri, yang juga ketua umum PDI Perjuangan.

Selain itu hadir pula Ketua MPR yang juga Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang juga Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Lembaran baru

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG), Airlangga Hartarto (AH) mengemukakan dalam beberapa bulan terakhir, akibat kontroversi yang seolah tanpa henti, PG diterpa badai yang dahsyat. Elektabilitas partai menurun tajam ke titik terendah. Dalam survei terakhir, posisi Partai Golkar malah merosot ke posisi nomor tiga.

“Fakta ini tentu menempatkan kami dalam sebuah persimpangan jalan yang tajam. Karena itulah, semua elemen partai bertekad membuka sebuah lembaran baru,” kata Airlangga dalam pidato pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar (PG) yang digelar di Jakarta Convention Centre (JCC), Senin (18/12/17) malam.

Hadir pada acara itu, selain Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presiden ke-3 BJ Habibie dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri serra Wapres Jusuf Kalla.

Hadir pula Ketua MPR yang juga Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang juga Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan Ketum Perindo Hary Tanone.

Tampak dari menteri kabinet kerja seperti Menko Maritim Luhut B Panjaitan, Menteri Sekretaris Kabinet yang juga politisi PDI-P Pramono Anung, dan Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly.

Sementara dari elit Golkar terlihat Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pakar Agung Laksono, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tanjung, Wakil Ketua Dewan Pembina Theo L Sambuaga, Ketua Harian Golkar Nurdin Halid, Sekjen Idrus Marham.

Airlangga menegaskan partainya‎ ingin melangkah ke depan, merebut kembali kejayaan partai, serta memberi pengabdian yang lebih baik bagi tanah air. Menurutnya, Partai Golkar pernah menjadi partai nomor satu di negara ini. Kemudian pernah pula menjadi partai nomor dua. Namun dirinya tidak akan pernah membiarkan Golkar menjadi partai nomor tiga.

“Kami akan bekerja keras. Dengan menjadi partai yang bersih, berintegritas, serta dengan aplikasi metode kampanye modern, Partai Golkar yakin bahwa kami akan kembali menjadi partai papan atas yang solid dan tangguh. Tekad kami sudah bulat. Hati kami sudah menyatu. Lewat forum tertinggi partai, yaitu Munaslub ini, kami akan meraih momentum baru untuk menyambut datangnya Pilkada 2018 serta Pemilu 2019,” ujar Menteri Perindustrian ini.

Disebutnya, Golkar bukan partai kemarin sore. Dengan organisasi yang paling solid dari Sabang sampai Merauke, Golkar sesungguhnya adalah salah satu aset demokrasi Indonesia yang terkemuka dan dapat diandalkan.

Dia mengemukakan pengalamannya hadir di Rakornas PDIP beberapa hari yang lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo menghadiri Rakornas tersebut mengenakan kemeja lengan panjang berwarnah merah.

AH menambahkan: “Alangkah gagahnya, warna merah menyala. Namun kalau warna merah adalah pertanda berani dan keberanian, maka warna kuning adalah simbol tanaman padi yang menghidupkan manusia”.

“Warna kuning adalah sebuah simbol yang melambangkan kesuburan serta kesejahteraan rakyat. Itulah ciri serta kebesaran Partai Golkar. Kekuatan kuning, atau the yellow power memiliki filosofi yang mendalam,” demikian AH. (B-BS/jr — foto ilustrasi istimewa)

Exit mobile version