Hehehe !!! PSI menilai Fadli Zon gagal paham pidato Jokowi soal bisnis racun kalajengking

BENDERRAnews, (4/5/18 ): Gagal paham? Ya, Wakil Ketua Fadli Zon menerima ‘cap’ ini.

Kenapa? Dia memang mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pemberdayaan racun kalajengking untuk bisa kaya raya saat berpidato di acara Musrembang, Senin (30/4/18) lalu.

Fadli mengatakan, ucapan Jokowi memalukan.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara PSI bidang Kepemudaan, Dedek Prayudi atau yang akrab disapa Uki menilai, Fadli Zon gagal paham menanggapi pidato Presiden Joko Widodo soal bisnis racun Kalajengking.

“Oposisi zaman now kadang gagal melihat secara substantif ucapan dan keputusan Presiden serta cenderung tergesa-gesa ingin mengomentari, sehingga terkesan ngawur. Tapi sah-sah saja biar publik yang menilai,” ujarnya, Jumat (4/5/18).

“Saya mencatat setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan oleh pak Fadli sebelum merespons pidato pak Jokowi, yakni konteks pidato dan substansi pidato. Tanpa pemahaman dua itu, justru respons pak Fadli yang terkesan garbage in garbage out,” katanya lagi.

Ajakan jangan sia-siakan waktu

Uki menjelaskan secara substansi, dengan menyebut kalajengking sebagai komoditas yang paling mahal, pidato Presiden tersebut mengajak para Kepala Daerah agar tidak menyia-nyiakan waktu, sebuah komoditas yang paling mahal.

“Mari kita lihat secara utuh pidato bagian kalajengking tersebut. Beliau mengatakan bahwa ada yang lebih mahal daripada komoditas termahal sekalipun, yaitu waktu. Sedangkan racun kalajengking disini digunakan sebagai contoh komoditas yang mahal tersebut,” jelas Uki.

Presiden menginginkan, demikian Uki, cara kerja yang cepat. “Buang-buang waktu yang dimaksud presiden adalah cara kerja yang bertele-tele dan rantai birokrasi yang berbelit-belit, sedangkan tantangan zaman menuntut kita untuk bergerak sangat cepat,” tambahnya.

Dalam konteks sebuah bangsa besar yang tidak dapat dipisahkan dari kemajuan global, lanjut Uki, Indonesia harus mampu berkompetisi dengan waktu.

Positif trigger

Disebut Uki, revolusi 4.0 yang disebutkan oleh Presiden Joko Widodo hanyalah sebuah contoh dari banyaknya indikasi perubahan zaman yang begitu cepat.

“Kami menyambut positif trigger dari Presiden untuk segera berlari kencang dan tidak terjebak dalam rutinitas dan perdebatan tidak perlu,” jelas Uki.

Menariknya, Uki juga menangkap kesan Presiden sedang melemparkan sindiran menghindari korupsi melalui ucapannya tentang komoditas racun kalajengking. “Dalam pidato tersebut, Presiden juga mengatakan kepada Kepala Daerah, kalau mau kaya silakan ternak kalajengking. Saya menangkap sinyal bahwa Presiden sedang mengingatkan para Kepala Daerah untuk tidak korupsi,” kata Uki seperti diberitakan ‘Merdeka.com’.

Dia menyarankan agar oposisi melihat pidato Presiden dari sudut pandang substansi. “Saya menghormati pak Fadli, tapi sebagai anak bangsa, saya menyarankan oposisi untuk fokus kepada substansi, bukan hanya yang remeh-temeh seperti memotong-motong ucapan Presiden dan menggulirkan hal tersebut menjadi perdebatan agar demokrasi ini segera berlari cepat menuju demokrasi substansial, demokrasi yang diinginkan oleh Generasi Milenial,” demikian Dedek Prayudi. (B-MC/jr — foto ilustrasi istimewa)

Exit mobile version