BENDERRAnews, 8/6/18 (Jakarta): Pihak PT Lippo Cikarang Tbk optimistis dapat membukukan kenaikan marketing sales (prapenjualan), dari Rp7,84 triliun pada 2017 menjadi Rp10,52 triliun di 2018.
Disebutkan, selama kuartal I-2018, perseroan telah meraih marketing sales Rp1,96 triliun.
Sebagaimana dikemukakan Direktur Lippo Cikarang, Hong Kah Jin, pihaknya masih akan fokus mengembangkan bisnis properti melalui proyek kota modern Meikarta, di Cikarang, Jawa Barat.
“Proyek Meikarta terus berjalan dan kami memang fokus untuk pengembangan proyek ini. Perseroan berupaya mengembangkan dan menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik unit kecil, besar, maupun segmen komersial di proyek tersebut,” ujar Kah Jin di Jakarta, Selasa (5/6/18) lalu.
Prospek penjualan
Meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) pada Mei lalu, dia tetap optimistis dengan prospek penjualan properti pada sisa waktu 2018.
BI menaikkan BI 7-day reverse repo rate pada 17 dan 30 Mei lalu masing-masing sebesar 25 basis poin, menjadi 4,75 perse , merespons antara lain tekanan global akibat langkah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunganya 25 basis poin ke 1,5-1,75% Maret lalu.
“Dampak dari kenaikan suku bunga acuan ke depan mungkin ada, tapi tidak besar. Perseroan tetap optimistis dengan marketing sales, karena properti yang disediakan aman dan harganya terjangkau,” ujar Hong Kah Jin, sebagaimana diberitakan ‘Investor Daily’. (B-ID/jr)
